Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Topan Hato Terjang Wilayah China Tewaskan 12 Orang

24 Aug 2017 // 17:55 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

_97502219_5ff2d55e-d39f-4063-be74-664b46306feb

ZHUHAI (suarakawan.com) – Topan Hato menerjang bagian selatan Cina dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya cedera.

Topan yang disertai angin kuat dan hujan deras tersebut melanda kawasan dekat Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, pada Rabu (23/08). Badan meteorologi Hong Kong mengatakan Topan Hato membawa angin dengan kecepatan 175 kilometer per jam.
Akibatnya, banjir, kehancuran, dan pemadaman listrik terjadi di daerah selatan Cina.

Media pemerintah Cina mengatakan ada sedikitnya 27.000 orang yang dievakuasi. Lebih lanjut, sebanyak delapan orang meninggal dunia di Makau dan empat lainnya di Cina daratan.

Sejumlah pejabat Cina, sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, mengeluarkan peringatan akan bahaya longsor, banjir, dan bencana geologi lainnya.

Sementara itu, Otorita Hong Kong mengeluarkan peringatan badai pada taraf 10, yang merupakan taraf tertinggi.
Konsekuensinya semua perusahaan, sekolah, stasiun kereta, dan bandara diminta untuk berhenti beroperasi sementara. Surat kabar South China Morning Post melpaporkan hanya satu pesawat yang berhasil mendarat di Bandara Hong Kong.

Hato, yang berarti burung merpati dalam bahasa Jepang, dilaporkan bergerak ke arah Barat. Namun, menurut pejabat Hong Kong, kekuatannya melemah.(bbc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini