Tokoh Masyarakat Tolak Intervensi Dalam Kasus Bimtek

M. Zulfi, salah satu tokoh masyarakat yang melurug polrestabesSURABAYA(suarakawan.com) – Sekitar 10 pengacara dan tokoh masyarakat Surabaya mendatangi Mapolrestabes Surabaya di Jalan Veteran Surabaya. Dengan membentangkan bendera merah putih, para pengacara ini menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian masuk ke ruang Eksekutif Mapolrestabes Surabaya.

Kedatangan tokoh masyarakat dan pengacara tersebut merupakan bentuk aksi dukungan terhadap Polrestabes Surabaya dalam mengusut kasus dugaan korupsi dana BIMTEK DPRD Surabaya.

Dihadapan kapolrestabes Surabaya, Kombespol Coky Manurung mereka menyampaikan pernyataan sikap diantaranya:
1.Mendukung langkah polrestabes dalam mengusut dugaan korupsi program BIMTEK DPRD Surabaya.
2.Menolak intervensi dari siapapun yang menghalangi langkah polrestabes dalam mengusut BIMTEK DPRD Surabaya
3.Jika memang 50 anggota DPRD Surabaya terlibat semuanya harus jadi tersangka tanpa pandang bulu.
4.Akan terus mengawasi jalannya proses hukum ini agar benar benar objektif.

“Bahwa upaya polrestabes Surabaya dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi DPRD Surabaya harus didukung oleh semua elemen masyarakat. DPRD adalah lembaga wakil rakyat yang terhormat, maka harus dibersihkan dari para bedebah yang memanfaatkan uang rakyat untuk kepentingannya sendiri.” terang Zulfy, salah seorang aktivis, Selasa (21/06).

Sementara menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Coki Manurung, pihaknya akan terus mengusut tuntas kasus ini. “Saat ini masih taraf pemeriksaan. Dan hari ini sudah ada pemeriksaan terhadap saksi saksi dan  penyelenggara.” terang Coki Manurung.(bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tokoh Masyarakat Tolak Intervensi Dalam Kasus Bimtek"