Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

TNP2K: 9 Juta Anak Indonesia Kurang Gizi Kronis

27 Jul 2017 // 05:31 // HEADLINE, KESEHATAN

bayi

JAKARTA (suarakawan.com) – Delegasi dari lembaga internasional Bank Dunia (World Bank) menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Delegasi yang dipimpin Presiden lembaga itu, Jim Yong Kim, menyampaikan komitmen untuk membantu Indonesia menyelesaikan masalah stunting atau kekurangan gizi kronis yang menyebabkan kondisi gagal tumbuh pada balita.

“Kami bertemu membahas kerja sama Indonesia dan World Bank yang sebenarnya sudah berjalan lama, seperti membantu pendanaan pembangunan infrastruktur dan sebagainya. Kali ini, kita fokus membantu bagaimana anak-anak yang stunting, yang kekurangan gizi, yang menyebabkan timbulnya masalah, itu kita bahas mendalam,” ujar JK, Rabu, 26 Juli 2017.

Menurut JK, pelaksanaan pemberian bantuan selanjutnya akan dibahas secara teknis dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan.

JK menyampaikan, pelaksanaan pemberian bantuan tidak akan sekadar dilakukan pada upaya perbaikan gizi pada anak-anak yang kekurangan gizi. Bantuan akan diberikan juga kepada upaya perbaikan lingkungan yang dicurigai bisa berpengaruh terhadap kondisi tumbuh kembang anak.

“Pembangunan rumah dan penyediaan sanitasi yang baik juga berperan sentral untuk menekan jumlah kasus stunting,” ujar JK.

Merujuk kepada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), ada sekitar 37 persen atau sembilan juta anak di seluruh wilayah Indonesia mengalami kondisi stunting. Selain memberi dampak berupa gangguan terhadap pertumbuhan fisik, stunting juga memengaruhi tingkat kecerdasan, serta imunitas tubuh terhadap penyakit.

Bila tidak ditangani secara nasional, masalah stunting pada akhirnya akan menimbulkan hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya menjadi penyebab meningkatnya kemiskinan, serta memperlebar ketimpangan sosial dan ekonomi. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini