TKI Terancam Potong Tangan Hanya Diminta Mengganti Perhiasan

wakil gubernur Jatim Sayfullah Yusuf

SURABAYA (suarakawan.com) –  Terkait ancaman hukuman pemotongan tangan yang dialami dua TKI asal Madura Bangkalan yaitu Hasin Taufik Bin Tasid (40) dan Sabatun binti Jaulah (30), Pemerintah Arab Saudi hanya meminta kepada dua tersangka mengganti perhiasan yang telah di curi.

Wakil Gubernur Jatim, Syifullah Yusuf saat dikonfirmasi melalui teleponnya, Rabu (06/07) mengatakan pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan tinggal diam dan mengabaikannya jika ada warganya terkena masalah dan  memerlukan bantuan baik pendanaan dan politik.

Untuk itu Pemprov bekerjasama dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, yang siap membantu mereka yang sedang dalam proses tawar menawar kasus hukum potong tangan dan hukum pancung di Arab Saudi.

Pemprov Jawa Timur bersama BNP2TKI kini juga sedang berbicara dengan Pemerintah Aarab Saudi agar TKI asal Madura yang membunuh sesama TKI asal Jawa Timur agar dibebaskan dari hukuman pancung. “Pemprov Jawa Timur memang memohon agar Arab Saudi membatalkan segala bentuk hukuman lain kecuali hukuman denda,” tuturnya.

Menurut Wagub, hal ini memang sebagai pelajaran bagi TKI lain yang bersalah baik di Arab Saudi atau dinegera-negara lain agar jangan melanggar hukum dan mengulangi perbuatan yang berurusan dengan hukum. (aca/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "TKI Terancam Potong Tangan Hanya Diminta Mengganti Perhiasan"