Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

TKI Bermasalah di Luar Negeri Tembus 1,8 Juta Orang

11 May 2017 // 06:08 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

tki

CIREBON (suarakawan.com) – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami berbagai masalah di luar negeri mencapai 1,8 juta orang dan masalah yang dihadapi mereka sangat beragam, kata Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi dan Perlindungan Perempuan, Sujatmiko di Cirebon, Jabar, Rabu.

Ia mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh para TKI di luar negeri cukup bervariasi dan sangat beragam.

“Mereka para TKI ada yang terkena masalah hukum, over stay dan permasalahan lainnya,” kata Sujatmiko.

Sujatmiko menyampaikan untuk para TKI yang mengalami masalah sebagian besar di Malaysia, Arab Saudi dan sejumlah negara Asia lainnya.

Dimana pihaknya mencatat untuk kasus di Malaysia saja sekitar 1.250.000 TKI, sementara untuk di Arab Saudi mencapai 588 ribu permasalahan yang dihadapi TKI.

Sujatmiko melanjutkan banyaknya TKI yang bermasalah bukan hanya dikarenakan permasalahan yang terjadi di wilayah tujuan saja.

“Namun banyak juga yang bermasalah sejak mulai dari pemberangkatan,” tuturnya.

Pihaknya mengaku sering menemukan adanya pemalsuan umur yang dilakukan oleh penyalur tenaga kerja.

Selain itu, tidak sedikit juga warga yang mengaku melakukan wisata, namun tidak kembali ke Indonesia. “Tidak sedikit warga Indonesia yang berangkat dengan alasan umroh, tapi tidak pulang lagi,” tambahnya. (ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini