Tjuk K. Sukiadi:Organisator Dan Provokator

1 komentar 187 views

Tjuk K. Sukiadi

SURABAYA (suarakawan.com)– Kawan kita kali ini adalah seorang yang teguh dalam pendirian dan idealisme. Sejak muda, tepatnya pada tingkat usia SMP dia sudah berkiprah diorganisasi dan berperan aktif didalamnya.

Dia adalah Dr Tjuk Kasturi Sukiadi atau biasa disapa Pak Tjuk yang saat ini masih tetap mengajar sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sejak tahun 1976 silam.

Menurut Pak Tjuk, idealisme nasionalis dia ditempa saat bergabung dengan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) pada tahun 1963 pada waktu itu dia masih Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unair notabene saat ini tempat dia mengajar.

“Saya menjadi pengurus pertama dalam organisasi GMNI yakni sebagai Sekretaris Komisariat,” katanya.

Kabarnya, pak Tjuk adalah tokoh utama  yang menggerakan arus reformasi di Jawa Timur.Karena dia sebagai motor penggerak Mahasiswa untuk mengawal proses reformasi.

“Karena idealisme tadi dan ingin adanya perubahan di negeri ini pada era reformasi , saya sempat mau ditangkap Kodam V/Brawijaya,” urainya.

Pada  jaman Orde Baru dia sempat bekerja di PTP dan pada jaman tersebut dia diidentifikasi oleh rezim saat itu adalah orang GMNI sehingga kariernya terhambat. Dan saat dia bekerja di PTP, Pak Tjuk dengan idealismenya mendirikan Serikat Pekerja yang mengakibatkan dirinya diawasi secara ketat oleh rezim yang berkuasa saat itu.

“Sampai akhirnya saya mengundurkan diri dari PTP daripada mengorbankan idealisme saya,” cetus dia.

Diketahui, Pak Tjuk juga pernah menduduki jabatan Komisaris Utama BUMN diantaranya PT Jamsostek dan PT Semen Gresik.

Selain itu, berdasarkan catatan dia, sampai hari ini masih memberikan kritikan dan pendapat tentang lumpur Lapindo serta penggalang dukungan penolakan penjualan saham 51% PT Semen Gresik.

Yang terbaru, Tjuk juga aktif menggalang kekuatan rakyat terpinggirkan dalam pemilihan walikota Surabayan beberapa tahun silam. Waktu itu, dirinya bersama berbagai komponen masyarakat dan aktifis eks 98 mencalonkan walikota Independen yaitu Fitradjaya dan Naen.

“Walau kalah setidaknya itu adalah suatu pembelajaran politik bagi kita semua. Hoby saya itu memang berorganisasi dan provokasi,” imbuhnya sambil tertawa lepas.

Sementara itu, didalam keluarga Pak Tjuk adalah seorang yang bertanggungjawab dan teguh pendiriannya. Beliau mempunyai 4 orang anak yakni 1 putra dan 3 orang putri serta 7 orang cucu.(Jto/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Tjuk K. Sukiadi:Organisator Dan Provokator"