Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tips Mudah Bedakan Daging Sapi dengan Celeng

01 Jun 2017 // 10:28 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

daging-sapi

BOGOR (suarakawan.com) – Sebanyak ratusan kilogram daging celeng atau babi hutan diamankan polisi, Selasa 30 Mei 2017. Daging celeng itu rencananya akan dioplos dengan daging ayam untuk bahan bakso. Lokasi penjualan ada di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Andi M Dicky Pastika mengatakan, sebenarnya ada perbedaan pada fisik daging celeng dan daging sapi untuk diketahui masyarakat.

Pertama, bakso berbahan daging celeng warnanya lebih pucat, sementara jika berbahan daging sapi warnanya lebih terang. Kendati demikian, dirinya memang mengakui cukup sulit untuk membedakannya serta butuh kejelian.

Kedua, hal yang paling gampang untuk melakukan pendeteksian adalah harga. Sebab daging celeng yang dioplos dijual dengan harga murah. “Daging celeng yang dioplos dijual dengan harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu, sementara harga daging sapi Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kilogramnya,” kata dia kepada tvOne, Kamis (1/6).

Dia juga menganjurkan agar masyarakat membeli daging pada tempatnya yang sudah diatur secara resmi.

“Kalau di pasar modern sudah ada tempat-tempatnya, pasar tradisional juga sudah ada los-los daging, sudah dibagi-bagi tempat daging ayam, sapi, babi,” katanya.

Biasanya los-los daging sudah mendapat pengawasan dari dinas pasar, dan para pedagang juga sudah memiliki sertifikasinya.

Kunci paling utama, kata dia, masyarakat harus curiga jika ada penjual yang membanderol daging di bawah harga pasaran terlalu jauh.

“Perbanyak juga pengetahuan di media internet, kalau daging babi warnanya pucat, seratnya juga berbeda dengan daging sapi, bisa dilihat dari internet,” katanya. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini