Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Diabetes

08 Jun 2017 // 10:00 // HEADLINE, KESEHATAN

diabetes

JAKARTA (suarakawan.com) – Bagi Anda yang sehat, puasa justru baik untuk kesehatan. Tapi puasa bisa jadi berbahaya bagi penderita diabetes atau kerap disebut diabetesi.

Menurut Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) wilayah Jakarta, Prof Dr dr Mardi Santoso, DTM&H, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menjelaskan bagi diabetes, puasa bukan membuat gulanya turun, tapi justru malah naik. Ini karena sekresi gula di hati meningkat di malam hari. Bagaimana puasa yang aman bagi mereka penderita diabetes?

Menurutnya, kelainan pada pasien diabetes memang meningkat produksi gulanya saat puasa. Pada orang normal tidak terjadi, tapi pada pasien diabetes itu bisa terjadi. Ini karena glukosa dikeluarkan hati berlebihan. Kalau tidak makan kebutuhan kalori pasien dipenuhi oleh glukosa yang ada dihati. “Diabetes ini aneh meningkatkan kadar gula saat puasa atau tidak makan,” jelasnya di sela acara Program Edukasi ”Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan agar puasa Ramadhan aman bagi diabetes, sebaiknya tetap makan tiga kali sehari meski saat puasa. Makan dilakukan saat sahur, berbuka dan usai tarawih. ”Selama puasa tidak masalah. Sebaiknya saat pagi sahur cukup. Sahur jangan kurang dari dua per tiga porsi yang dimakan sehari,” jelasnya.

Ia menyarankan sebaiknya makan sahur dilakukan saat mendekati imsak. Jangan terlalu jauh antara makan pagi atau sahur dengan jarak imsak. Karena umumnya orang sahur, kemudian tidur lagi. “Pasien diabetes umumnya sudah tahu karena sudah dikasih tahu,” tambahnya.

Kemudian makan dilanjutkan saat berbuka puasa. Lalu sesudah tarawih makan lagi, bisa makan camilan besar misalnya mi. Tidak masalah kecuali ada komplikai lain. “Makan tetap tiga kali. Saat buka, malam hari dan sahur. Cukuplah,” ujarnya. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini