Tips Agar Tak Bangkrut Usai Lebaran

JAKARTA (suarakawan.com) – Saat bulan Ramadan biasanya akan banyak tawaran diskon dari pakaian, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya. Hal itu bisa memberikan efek positif dan negative. Positifnya kita dapat membeli suatu produk dengan harga yang lebih murah. Dan negative jika kita tak bisa mengontrol pengeluaran.

Hal-hal seperti inilah yang patut kita waspadai, karena jika tidak pandai mengontrol diri, maka pengeluaran selama Ramadan pun akan jadi tidak terkontrol. Namun jika sudah terlanjur terjadi keminiman uang setelah lebaran, apa sih yang harus dilakukan?

Sari Insaniwati, seorang CFP Financial Planner Mitra Rencana Edukasi memaparkan biasanya defisit karena pengeluaran terjadi karena uang tidak dikontrol dengan baik atau belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sudah belanja berlebihan, bahkan hingga berhutang. Ketidak disiplinan lah yang menjadi penyebab utama mengapa sampai terjadi defisit saat lebaran.

“Jika kita disiplin menjalankan prinsip, gaji untuk kebutuhan rutin dan THR untuk kebutuhan lebaran seharusnya masalah defisit tersebut tidak akan terjadi,” ujar Sari.

Jika uang memang sudah minim, Sari menjelaskan, mau tidak mau kita harus mengambil uang dari tabungan. Atau hidup dengan sisa dana sebelum gajian selanjutnya datang. Namun harus diusahakan jangan sampai berutang. Nah, sebelum terjadi defisit, maka Anda harus benar-benar pandai mengatur keuangan. Semoga tips ini bermanfaat.(lp6/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tips Agar Tak Bangkrut Usai Lebaran"