Tim ABeCe Ajak Anak SD Bermain Kosakata

SURABAYA – Permainan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi anak-anak, tapi terkadang juga sebagai media pembelajaran. Dengan permainan yang dinamakan ABeCe, lima mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya membuat media pembelajaran kosakata bahasa Indonesia dan dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Sebaung 1, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/4).

Sejumlah siswa SD Sebaung 1 berhamburan keluar. Mereka kegirangan ketika kelima mahasiswa ITS yang disebut tim ABeCe ini tiba di gerbang sekolah. “Iya, nanti main, sekarang duduk rapi dulu di kelas,” terang Muflih Fathoniawan, penanggung jawab tim ABeCe.

Selain Toni, sapaan akrabnya, terlibat pula Fajar Mardhi Hutama, Buhari Muslim, Okki Anugrah Putra dan Chaironi Latif anggota tim lainnya.

Menurut Toni, guna menarik perhatian siswa sekolah dasar ini tidaklah mudah. Saat mempresentasikan permainan ini, anggota tim ini memakai topi unik bergambar lima jari dan tulisan ABeCe. Selain topi, ada juga salah satu anggota tim menjadi maskot, dengan memakai kostum pelangi berbentuk huruf ‘A’.

“Kami benar-benar menyesuaikan dengan anak-anak, jadi bahasa bicara kita, tulisan kami, cara berpakaian, hingga nada bicara juga mengikuti mereka,” kata Toni sembari tertawa kecil.

Tim ABeCe juga mengajari bagaimana jika saat bermain ada kosakata yang tidak diketahui, yakni dengan menyiapkan selembar kertas untuk mencatat kata apa saja yang tidak tahu, agar di lain kesempatan bisa ditanyakan guru kelasnya. “Adik bisa lihat buku di perpustakaan, lihat atlas atau tanya bapak ibu guru,” kata Chaironi kepada salah satu anak yang kebingungan menjawab.

Toni menjelaskan, media pembelajaran kosakata anak ini merupakan salah satu Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang lolos didanai Dikti. Alasan keempat mahasiswa asal Probolinggo ini mengangkat ide tersebut, karena anak seumuran kelas 3 dan 4 adalah masa produktif untuk memperkaya perbendaharaan kosakata mereka.

“Sehingga saat beranjak dewasa kelak anak-anak sudah lihai berbicara dengan banyak kosakata yang mereka kuasai,” ungkap mahasiswa jurusan Fisika ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Sebaung 1, Dewi menyampaikan apresiasi yang baik terhadap media pembelajaran kosakata ini. Bahkan dirinya bersama guru kelas yang lain berinisiatif untuk membimbing siswanya untuk bermain permainan ABeCe ini.

“Bentuk media pembelajaran berupa permainan memang sangat disukai anak-anak, jadi mudah untuk menyerap kosakata dan pengetahuan-pengetahuan yang baru,” ujar Sumiati.

Toni berharap, dari pelaksanaan permainan ABeCe ini bisa menjadi referensi untuk menanamkan pentingnya kosakata untuk bekal komunikasi di masa mendatang. Rencananya tim ABeCe selain berkunjung ke SD Sebaung 1, ada dua sekolah dasar lagi yang akan dikunjungi, yakni, SD Sebaung 2 dan SD Sebaung 3.

Untuk diketahui, kondisi masyarakat Desa Sebaung Kabupaten Probolinggo masih banyak yang belum bisa memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagian besar masih memakai bahasa campuran, seperti bahasa Jawa, Madura dan sedikit bahasa Indonesia. (Muflih Fathoniawan-PKM-M ITS/ara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *