Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tiga Pekan di Arab Saudi, Menag Lukman Pilih Nginap di Kantor

09 Sep 2017 // 14:12 // Berita & Suara Haji, HAJI

menag

JAKARTA (suarakawan.com) – Amirul Hajj yang juga Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, selalu enggan menginap di hotel saat bertugas di Arab Saudi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada musim haji tahun ini, ia juga memilih menginap di kantor.

Saat berada di Mekah misalnya, Menag memilih tinggal di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah. Gedung ini tidak terlalu mewah. Dilihat seperti bangunan tua, namun masih layak sebagai kantor dan tempat tinggal para petugas haji Indonesia.

Ruangan yang ditempati Menag juga tak ada yang istimewa, meski lebih lebar sedikit dari kamar yang lain. Di dalam kamar ada tempat tidur dan televisi.

Tak hanya di Mekah, saat berada di Madinah juga sama, Menag memilih menginap di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Madinah. Namun, untuk kantor Madinah ini lebih bagus bangunannya jika dibandingkan kantor di Mekah. Karena kantor yang dipakai untuk Daker Madinah adalah bekas apartemen.

“Hotel biar untuk jemaah saja,” kata Menag saat ditemui di Kantor Daker Madinah.

Lukman tak mau fasilitas untuk dirinya dan untuk petugas haji lebih bagus dibandingkan dengan jemaah haji. Menurutnya, prioritas harus tetap pada jemaah haji.

“Sarapan dan makanan yang disajikan juga sama. Apa yang dimakan petugas lain juga sama yang saya makan. Kita makan dari dapur yang sama,” katanya.

Dari pemantauan, tidak ada yang istimewa dari kamar Menang. Koper tempat menyimpan baju juga tertulis koper petugas haji. Bahkan untuk urusan melipat baju, Menag melakukannya sendiri.

Lukman mengatakan, selama bertugas sebagai Amirul Hajj, dia tak pernah membawa keluarga untuk berhaji. Termasuk juga sang istri. Dia menegaskan, yang berhak berangkat ke Tanah Suci adalah jemaah haji dan petugas. “Kalau keluarga kan bukan termasuk keduanya,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua MPR itu sangat menekankan kepada keluarganya, bahwa yang berangkat haji adalah yang berhak saja. Prinsipnya adalah keadilan. Selain jemaah dan petugas, dilarang menggunakan kuota. Karena itu, dia tidak mau mengambil hak jemaah yang telah antre lama, apalagi hanya untuk keluarganya.

Selama tiga pekan bertugas di Arab Saudi, banyak hal yang biasa dilakukannya sendiri. Pria yang pernah nyantri di Pesantren Gontor ini sudah terbiasa mandiri. Saat ditanya apakah kangen dengan keluarga? “Tentu saja iya,” jawab Menag sambil tersenyum. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini