Tidak Serahkan RTRW Sampai Akhir Tahun, Jember dan Surabaya Terancam Tidak Dapat APBD

suasana rapat paripurna DPRD Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur memberikan waktu tenggang hingga akhir tahun 2011 kepada Kabupaten Jember dan Kota Surabaya untuk segera menyelesaikan rekomendasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Anggota Pansus RTRW DPRD Jatim, Agus Maimun saat ditemui usai rapat Pansus RTRW di Dewan Jatim, Selasa (05/07) mengatakan, akibat belum diserahkan rekomendasi RTRW Jember dan Surabaya maka dimungkinkan daerah itu terancam tidak dapat mendapat biaya pembangunan APBD Provinsi Jatim dan APBN.

“Dampaknya memang besar, RTRW secara keseluruhan jadi terhambat, seharusnya kepala daerahnya seperti Walikota Surabaya menjelaskan dimana kendalanya soal tol tengah itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan Tol Surabaya itu sudah disetujui secara nasional ditambah persetujuan dari Pemprov Jawa Timur. Selain itu, Pansus RTRW menginginkan tata ruang pusat maupun provinsi segera mengajukan surat ijin substansi tentang alternatif rencana tata ruang wilayah. Sebab, banyak wilayah yang harus disamakan, diantaranya rencana pembangunan tol tengah kota.

“Sampai sekarang untuk tol tengah itu belum ada solusi dari pemkot Surabaya. Padahal ini penting untuk penataan RTRW di wilayah Jatim dan RTRW kabupaten/kota lainnya,” katanya.

Selama ini, namanya RTRW sifatnya hirarki. Di mana, RTRW Pemprov harus menyesuaikan dengan RTRW Pemerintah pusat. Demikian juga dengan RTRW Kabupaten/kota harus menyesuaikan dengan RTRW Provinsi.

Menurutnya, sudah seharusnya ada solusi terkait pembangunan tol tengah kota yang membentang dari Selatan ke Utara Surabaya yang menyambungkan dengan pelabuhan internasional Tanjung Perak.

“Karena rencana ke depan, pelabuhan internasional harus mudah diakses dari mana saja, dan seluruh moda transportasi. Kita sudah menyambungkan Kereta Api dengan pelabuhan. Begitu juga dengan tol tengah kota untuk perpindahan arus barang dan jasa,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Jatim, Soekarwo menyatakan kendala Surabaya belum menyerahkan RTRW dimungkinkan belum adanya keputusan kepastian soal pembangunan jalan Tol Surabaya yang menghubungkan Aloha-Wonokromo-Tanjung Perak atau sebutan Tol Tengah Kota.

Di mana, selama ini Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak menyetujui pembangunan tol. Sedangkan kendala Jember hingga saat belum menyerahkan RTRW-nya dikarenakan sedang melakukan pembahasan.

“Dalam RTRW Nasional dihadapkan namanya Aloha, Wonokromo, Perak. Nah lewatnya mana itu terserah, baik tengah, pinggir jalan atau pinggir sungai, itu terserah Surabaya,” tuturnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tidak Serahkan RTRW Sampai Akhir Tahun, Jember dan Surabaya Terancam Tidak Dapat APBD"