Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Terungkap, Diabetes Jadi Pembunuh Nomor 3 di Indonesia

24 Jul 2017 // 06:16 // HEADLINE, KESEHATAN

IMG-20170723-WA0002

SURABAYA (suarakawan.com) – Saat ini Indonesia sudah menduduki peringkat ke-7 untuk populasi penderita Diabetes tertinggi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, diabetes merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia setelah penyakit jantung yang menduduki peringkat pertama dan stroke yang menduduki peringkat ke-2, dengan angka penderita mencapai 9 juta jiwa. Di tahun 2016, angka ini melonjak menjadi 10 juta jiwa.

Dyah Erti, Kasubdit DMGM direktorat P2PTM Ditjen P2P Kementerian Kesehatan mengungkapkan, dari angka tersebut mayoritas merupakan usia produktif dan kebanyakan dari mereka, awalnya tidak menyadari bahwa dirinya menderita diabetes. Fakta ini menunjukkan bahwa diabetes sudah mulai menyerang golongan masyarakat usia produktif dan tingkat pemahaman akan gejala dan bahaya diabetes, masih sangat rendah.

“Gaya hidup dan kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab meningkatnya penderita diabetes,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Kampanye Indonesia Lawan Diabetes 2017, Minggu (23/7).

(mulai dua dari kiri) dr.Grace Judio Kahl, MSc, MH, CHt sebagai Pakar Kesehatan, Dyah Erti Mustikawati, MPH. sebagai Kasubdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Mewakili Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, Agus Sri Wardoyo, SKM, MM selaku Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur, Yunita Chandrawati sebagai Brand Manager Diabetasol dalam acara Press Conference Kampanye Indonesia Lawan Diabetes 2017

(mulai dua dari kiri) dr.Grace Judio Kahl, MSc, MH, CHt sebagai Pakar Kesehatan, Dyah Erti Mustikawati, MPH. sebagai Kasubdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Mewakili Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, Agus Sri Wardoyo, SKM, MM selaku Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur, Yunita Chandrawati sebagai Brand Manager Diabetasol dalam acara Press Conference Kampanye Indonesia Lawan Diabetes 2017

Lebih lanjut Dyah mengungkapkan, gaya hidup modern membuat banyak orang tak lagi mengonsumsi makanan sehat dan lebih banyak mengandung karbohidrat. Orang juga tak lagi beraktivitas fisik seperti di masa lalu. Tak hanya itu, saat ini masyarakat makan bukan karena kebutuhan tapi ada tekanan industri.

“Padahal diabetes ini silence killer, kita tidak tahu tiba-tiba sudah dinyatakan sakit,” tegasnya.

Kemenkes, lanjutnya, sudah melakukan upaya preventif di televisi maupun sosial media. Tetapi itu ia mendorong agar masyarakat aware terhadap diabestes. Salah satunya dengan mengecek kesehatan secara berkala dan menjaga pola makan.

Sementara itu, Gerakan Indonesia Lawan Diabetes merupakan program kemitraan antara PT Kalbe dengan Kementerian Kesehatan RI, berupa seminar edukasi Diabetes baik kepada masyarakat awam maupun tenaga medis.

“Sejalan dengan visi dan misi PT Kalbe untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik, maka PT Kalbe melalui salah satu produknya yang merupakan pemimpin pasar dalam kategori pangan nutrisi untuk Diabetes, menggalang kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes sebagai wujud komitmennya untuk memerangi Diabetes di Indonesia, secara konsisten setiap tahunnya,” jelas Yunita Chandrawati sebagai Brand Manager Diabetasol, saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

Kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes diharapkan bisa memberikan dukungan berupa edukasi kepada masarakat dan juga bisa menerima dukungan dari masyarakat, agar upaya untuk meminimalisir jumlah penderita Diabetes di Indonesia, bisa menjadi upaya bersama dan bisa terealisir. (ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini