Tersinggung Istri Ditelantarkan, Samurai Diacungkan

Tersangka Saer Didampingi AKP Agus setyo Basuki

SURABAYA (suarakawan.com) – Gara-gara ditagih hutang dan menuduh tersangka telah menelantarkan Istrinya, pasangan suami istri (pasutri), Syaiful (45) dan Surti (42), keduanya warga Jl. Tambakasri Gg 25, nyaris dibunuh tetangganya sendiri Saer Arifin alias Aziz (51), yang  tinggal di Jl. Tambakasri Gg 23, dengan menggunakan sebilah pedang samurai.

Beruntungnya,  warga setempat berhasil memergoki dan mencegahnya. Sebelum menimbulkan korban jiwa, polisi kemudian meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membekuk bapak satu anak itu di rumahnya beserta barang bukti (BB) Samurai.

Kapolsek Krembangan, Kompol Suparto didampingi Kanit Reskrim, AKP Agus Setyo Basuki mengungkapkan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan hingga Rabu (08/06), sudah dijebloskan ke penjara.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tegas Suparto.

Informasinya, penganiayaan terhadap korban dilatar belakangi istri Saer yang sedang sakit namun tidak ada yang menjaganya. Kemudian dititipkan ke rumah kedua pasutri itu. Selanjutnya dia pergi bekerja di kawasan Rungkut.

Sepulang bekerja sekitar pukul 19.00, tersangka tidak langsung pulang melainkan mampir ke rumah temannya bernama Yayan yang tak jauh dari tempatnya bekerja. Disana, Saer malah pesta minuman keras (miras).

Sesampainya di rumah, Saer menjadi tersinggung lantaran ia terkejut melihat istrinya tidak tidur di dalam rumah melainkan di teras sementara, kedua pasutri itu malah tidur di dalam.

Sementara itu,  Saer sendiri mengaku dihadapan penyidik jika merasa jengkel dan tersinggung perlakuan pasutri itu yang dianggapnya tidak mempunyai perasaan terhadap istrinya yang lagi sakit.

“Jika dia sebagai tetangga yang baik, pasti mempersilahkan istri saya tidur di dalam, apalagi waktu itu dalam keadaan sakit,” urainya.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tersinggung Istri Ditelantarkan, Samurai Diacungkan"