Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tersangka Penghina Ibu Negara Iriana Akhirnya Minta Maaf

13 Sep 2017 // 21:11 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

20170907173003-1-twitter-gibran-002-isn

BANDUNG (suarakawan.com) – DI, tersangka kasus penebar ujaran kebencian, meminta maaf pada Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Ia mengaku melontarkan kata-kata tak pantas kepada istri Presiden RI Joko Widodo itu.

DI menyampaikan permohonan maaf itu di aula Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Rabu 13 September 2017. Ia mengenakan kaos tahanan berwarna oranye dan topeng menutupi wajah.

“Saya minta maaf, kepada Presiden RI dan Ibu Negara. Saya pemilik akun warga_biasa yang telah membuat gaduh Indonesia,” kata DI didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana dan Kasubag Humas Kompol Reni Marthaliana.

DI mengaku sebagai pemilik akun Instagram @warga_biasa. Ia mengunggah pernyataan yang tak pantas pada Ibu Negara melalui akun tersebut.

Baca: Bendera Ormas Jadi Barang Bukti Penebar Ujaran Kebencian

“Dengan sangat menyesal, telah memposting akun Instagram saya hingga mengundang kemarahan. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tersakiti hatinya,” ucap DI di gedung aula Mapolrestabes, Jalan Jawa Kota Bandung Rabu 13 September 2017.

DI kini menjalani pemeriksaan terkait dugaan pencemaran nama baik dan penebar ujaran kebencian terhadap Ibu Negara melalui akun sosial media. Ia ditangkap di Palembang pada Senin malam 11 September 2017.

DI merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Palembang. Ia mengaku motif mengunggah ujaran itu lantaran tak menyetujui sistem pemerintahan Presiden Joko Widodo.(mtv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini