Terlibat Kasus Santet, TKI Asal Jatim Dihukum Mati

20170427_114554

SURABAYA (suarakawan.com) – Sedikitnya 18 Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur (Jatim) menanti eksekusi hukuman mati di luar negeri. Satu orang diantaranya terlibat kasus santet, sehingga siap dihukum pancung.

“Delapan belas TKI asal Jatim itu tinggal menungu eksekusi, karena sudah di vonis oleh pengadilan setempat. Termasuk, satu TKI yang terkena kasus sihir atau santet,” kata Kepala Disnakertrans Jatim, Sukardo kepada wartawan di Surabaya, Minggu (30/4).

Sayangnya, Sukardo tidak hafal nama dan tempat tinggal TKI itu tersangkut masalah sihir itu. “Yang pasti, kasus sihir itu menyebabkan kematian seseorang di negara asing,” sergahnya.

Demikian pula, data detail ke-18 TKI yang menunggu hukuman mati itu juga belum bisa dibeber. “Terbaru TKW asal Ponorogo yang divonis hukuman mati,” ucapnya tanpa menyebut identitas TKI perempuan tersebut.

Sukardo meminta Kabid Penempatan TKI Disnakertrans Jatim untuk merinci nama dan alamat lengkapnya. “Sudah ada sebenarnya datanya, tapi perlu didetailkan kembali. Kabid Penempatan yang tahu persis,” tandasnya.

Selain belasan TKI yang menunggu eksekusi hukuman mati, saat ini ada 7.000 TKI Jatim yang dideportasi. Ribuan TKI itu, banyak yang ditahan di negeri asing.

Mereka dideportasi karena tak lagi mengantongi dokumen resmi sebagai WNA di negeri asing. Paspor dan visa kerja mereka juga sudah habis.

“Hingga bulan keempat tahun ini sudah ada 1.200 TKI kita yang dideportasi. Setiap dua minggu sekali banyak TKI dipulangkan paksa,” ungkapnya.

Ribuan TKI lainnya, juga banyak yang ditahan karena nekat masuk jalan-jalan tikus. Paling banyak masuk melalui Batam dan Medan. Mereka tak dilengkapi dokumen resmi.

Tidak hanya yang nekat masuk lewat jalan tikus. Mereka yang lewat jalur udara naik pesawat juga ditahan karena masalah dokumen WNA ini. “Ada 60 TKI Jatim yang ditahan setelah tiba di Dubai,” tegasnya.

Total TKI Jatim yang bekerja di luar negeri saat ini mencapai 276.000. TKI atau TKW masih menjadi impian untuk sebagian warga di daerah tertentu. Seperti Madura, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Lamongan, dan beberapa daerah lain.

TKI yang resmi bekerja di Malaysia akan bergaji sekitar Rp 7 juta per bulan. Sedangkan TKI ilegal mendapatkan gaji Rp 3 juta. Paling tinggi gajinya di Taiwan sekitar Rp 10 juta. Dibawah Taiwan adalah Hongkong Rp 8 juta. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Terlibat Kasus Santet, TKI Asal Jatim Dihukum Mati"