Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tergilas Medsos, Perusahaan Kartu Pos Tertua di Inggris Tutup

27 Sep 2017 // 08:27 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

post5a

LONDON (suarakawan.com) – Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mengirim kartu pos? Berkembangnya teknologi dan media sosial tanpa disadari telah membuat kebiasaan menulis dan berkirim kartu pos semakin terpinggirkan.

Perusahaan kartu pos tertua di Inggris, J Salmon, mengumumkan bakal tutup pada Desember 2017 mendatang. J Salmon, yang merupakan perusahaan milik keluarga, telah berdiri sejak tahun 1880 silam.

Alasan tutupnya J Salmon tidak lain karena berkembangnya media sosial. Ketimbang mengirim kartu pos, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk mengunggah atau membagi foto melalui Facebook, Instagram, dan Whatsapp kepada keluarga atau teman.

Kakak-beradik Charles dan Harry Salmon, yang merupakan generasi kelima yang mengelola J Salmon, menyatakan popularitas media sosial telah memberikan dampak besar bagi industri kartu pos.

Selain itu, banyak orang yang saat ini cenderung mengambil liburan lebih sebentar. Artinya, mereka cenderung pulang lebih cepat sebelum kartu posnya tiba, menurut kakak-beradik Salmon.

“Meningkatnya kondisi perdagangan yang menantang dan perubahan pada lingkungan dan ukuran pasar telah berdampak pada ketidakpastian terkait keberlangsungan bisnis ini,” ujar Salmon bersaudara.

Jumlah kartu pos yang terjual setiap tahun dikabarkan anjlok secara signifikan, yakni dari 20 juta lembar pada 25 tahun menjadi hanya sekitar 5 juta lembar.(kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini