Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Terduga Penyerang Novel Baswedan Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

12 May 2017 // 08:34 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

novel

JAKARTA (suarakawan.com) – Polda Metro Jaya belum menetapkan pria berinisial AL yang diduga menyerang Novel Baswedan dengan menggunakan air keras, sebagai tersangka. Penyidik justru melepaskan pria tersebut. Kenapa?

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan polisi masih mendalami alibi AL, setelah memeriksanya 1×24 jam.

Alibi yang dimaksud salah satunya tentang alasan AL tidak bekerja sehari sebelum penyerangan Novel. Kepada penyidik, AL mengaku tidak bekerja sehari sebelum penyerangan Novel Baswedan pada 11 April 2017.

Saat itu, AL diantar saudaranya ke Stasiun Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan menggunakan kereta api menuju Stasiun Sawah Besar.

“Penyidik belum menetapkan tersangka terkait penyerangan cairan kimia terhadap Novel itu dan masih mendalami alibi AL saat 10 April 2017,” ujar Argo di Jakarta.

Menurut dia, polisi mengedepankan asas praduga tidak bersalah kepada setiap terduga, termasuk AL.

Dia menjelaskan AL tercatat sebagai petugas keamanan di salah satu spa wilayah Jakarta dengan jam kerja sejak pukul 15.00 WIB hingga 00.00 WIB.

Oleh karena itu, petugas akan memeriksa daftar hadir absensi kerja AL. Juga akan dikonfirmasi kebenaran keterangan AL kepada rekan kerjanya.

Namun berdasarkan pemeriksaan tiga rekaman kamera tersembunyi belum terindikasi AL sebagai tersangka penyerangan Novel.

Sebelumnya, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pria tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai salat subuh pukul 05.10 WIB, Selasa 11 April 2017.

Akibat kejadian itu, Novel Baswedan mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri. Pelakunya melarikan diri. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini