Terbukti Gugurkan Kandungan, dr Edward Divonis 3 Tahun Penjara

 

dr Edward Armando

SURABAYA (Suarakawan.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada dr Edward Armando yang telah bersalah melakukan praktek pengguguran janin secara illegal.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Bambang Pramudi SH saat di PN Surabaya, Rabu (08/06) Mengatakan terdakwa dr Edward telah terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 348 KUHP yakni menggugurkan kandungan dengan persetujuannya.

Sedangkan pertimbangan yang memberatkan, menurut majelis hakim yang diketuai Bambang Pramudi SH, perbuatan aborsi yang dilakukan bisa merusak mental generasi muda. Edward juga pernah dihukum dalam kasus yang sama dan perbuatannya meresahkan masyarakat.

Sedangkan pertimbangan meringankan, bersikap sopan selama persidangan, pengakuan yang terus terang, menyesal, memiliki tanggungan keluarga, berusia tua dan sakit-sakitan.

“Jadi hukuman yang telah kita tetapkan sudah sesuai dengan tingkat perbuatannya,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapi vonis yang dijatuhkan, Edward pun mengajukan banding. Ditemui wartawan usai sidang, Edward mengaku vonis 3 tahun untuknya tidaklah berat. “Sebenarnya tidak berat, tapi karena sakit saya ini jadi agak memberatkan,” ujarnya dengan suara yang parau.

Sementara banding yang diajukan dr Edward semata-mata dilakukannya karena kondisinya yang tengah mengidap kanker mulut. Sehingga harus menjalani perawatan lebih intens.

Sebelumnya, Jaksa Penunut Umum (JPU) Joko Prawoto SH mengungkapkan, perbuatan dokter Edward menggugurkan atau mematikan kandungan Heni Kusumawati alias Maya, dilakukan secara ilegal karena tahun 2007 izin praktek dokter umumnya telah dicabut Dinas Kesehatan Surabaya.

Namun, awal tahun 2008 dr Edward membuka kembali tempat praktek dokter umum di Jl Dukuh Kupang Timur, Surabaya. Praktek dilaksanakan enam hari dalam seminggu kecuali Jumat. Pada waktu buka dr Edward menerima 4 sampai 10 pasien dan ia menetapkan sendiri persyaratannya yakni harus di atas 17 tahun. Seperti, apabila belum dewasa harus diketahui orang tuanya.

Apabila sudah kawin harus diketahui suaminya dan usia kandungan pasien tidak lebih dari tiga bulan.

Edward ditangkap setelah mengaborsi Heni Kusumawati (21) asal Malang. Saat itu Heni diantar Abdul Munif ke tempat prakteknya. Setelah membayar biaya administrasi Rp4 juta,
Dokter yang berdomisili di Perum Tropodo, Waru, Sidoarjo dijerat Pasal 348 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan pasal 194 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman selama 10 tahun. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Terbukti Gugurkan Kandungan, dr Edward Divonis 3 Tahun Penjara"