Terapkan Energi Bersih Demi Generasi Penerus

Tidak ada komentar 6 views

Perubahan iklim yang berhubungan erat dengan pemanasan global telah menyebabkan suhu bumi meningkat rata-rata 0,2 derajat Celsius per 10 tahun, atau 2 derajat Celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu mengakibatkan permukaan air laut naik setinggi dua puluh sentimeter.

Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina mengungkapkan, tanpa upaya serius dan sistematis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbondioksida (CO2) ke atmosfir bumi, maka suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat Celsius akan naik menjadi sekitar 25 derajat Celsius pada tahun 2500.

“Artinya, bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu,” ujar Jumina seperti dilansir iklim karbon.com

Kontribusi sektor energi terhadap emisi CO2 dan pemanasan global sangat besar. Demi mengurangi tingkat emisi CO2 domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global maka penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan.

Lebih lanjut, Jumina bertutur bahwa jika Indonesia sanggup menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan ketahanan energi dalam arti terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, namun juga mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman dan lestari hingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa merampas hak dasar generasi penerus bangsa. (ik/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Terapkan Energi Bersih Demi Generasi Penerus"