TDL Naik, Pengusaha Menjerit

SURABAYA (suarakawan.com) – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun 2012 membuat sebagian besar pengusaha merasa keberatan dengan yang diberlakukan pemerintah.

Seperti yang dirasakan oleh pengusaha pembuatan roti dan usaha warung internet atau warnet terkait rencana kenaikan TDL tersebut dirasa sangat memberatkan karena menambah beban biaya.

Sarif salah satu pengusaha warung internet juga mengeluhkan, jika tarif dasar listrik naik maka bukan tidak mungkin tarif warnet juga akan dinaikkan dan dikhawatrikan hal ini akan membuat pelanggan warnet jadi menurun.

“Kalau tarif warnetnya nggak dinaikin kita nanti yang rugi. Tapi kalau dinaiikin kita kuatir kehilangan pelanggan. Apalagi sekarang banyak orang yang sudah punya laptop sendiri,” ujar Sarif, Kamis (09/02).

Selain itu, salah satu yang paling merasakan saat kenaikan tarif dasar listrik adalah pengusaha kecil seperti pabrik pembuatan kue rumahan.

Menurut salah satu pemilik pabrik roti, Yuwono, saat ini untuk pembayaran listrik dirinya dalam satu bulan menghabiskan biaya sekitar Rp 20 juta sebagai biaya produksi.

Jika nantinya listrik naik maka bukan tidak mungkin biaya akan terus membengkak mengingat biaya produksi roti membutuhkan peralatan yang harus bergantung pada listrik seperti mesin oven, mixer, dan doudgter atau alat penipis kue yang menyedot listrik sekitar 2000  watt untuk sekali produski.

“Kita harapkan jika tarif dasar listik jadi dinaikkan pemerintah juga bisa memberikan subsidi dalam bentuk lain seperti subsidi dalam perijinan usaha dan sebagiannya,” ujar Yuwono. (Bs/sug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *