Taufik Monyong Gelar Pameran Nasib Seng

Tidak ada komentar 6 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Sebuah seng biasa diubah menjadi wayang seng, mungkin hanya Taufik Monyong yang punya ide ini. Sebanyak 35 wayang seng karya Taufik Monyong ini dipamerkan mulai besok 23 hingga 28 Februari 2012 di Institut Francais Indonesia (IFI).

Perupa muda lulusan seni rupa Universitas Negeri Surabaya ini memang tidak pernah kehilangan energinya untuk berkarya. Selain melakukan performing art dan beraktivitas di jalanan, lelaki kelahiran 25 Juli 1976 ini menyiapkan wayang seng sebagai karya terbarunya di pameran ini.

“Saya sengaja mengambil bahan seng karena ingat kata kata Soekarno bahwa kita harus punya mental setebal baja, tapi kenyataanya sekarang orang orang lagu Indonesia Raya saja tidak hafal, jadi ya setebal seng saja,” kata Taufik Monyong saat ditemui siang ini (22/02).

Untuk tema wayang seng sendiri yang diambil adalah fenomena sosial yang menggelitik kepekaan masyarakat bahkan seniman sendiri. Misalnya saja disalah satu karya Taufik Monyong ini digambarkan bagaimana kekerasan ekonomi yang membelenggu masyarakat, hingga kasus kerusuhan agama.

Pamerana yang mengangkat tema ‘Nasib Seng : Stop Violence’ ini juga akan menampilkan performance art dan tayangan vidio yang berisi proses pembuatan dalam berkarya.

“Saya berharap seniman selalu peka terhadap peristiwa politik, ekonomi, agama, hukum dan kebudayaan,” harapnya. (din/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Taufik Monyong Gelar Pameran Nasib Seng"