Tarif Tol Surabaya – Gresik Naik, Sopir Menjerit

SURABAYA (suarakawan.com) – Naiknya tarif tol Surabaya-Gresik berdasarkan keputusan menteri pekerjaan umum no 36 th 2012 banyak dikeluhkan para sopir. Hal ini lantaran naiknya tarif tol hingga 12,5 persen itu tidak dibarengi dengan perbaikan infrastruktur yang layak.

Memang ruas jalan tol Surabaya – Gresik yang dikelolah PT. Marga Bumi Matraraya, merupakan salah satu ruas jalan dari enam ruas jalan tol yang mengalami kenaikan tarif rata-rata 12,5 persen.

Dan ternyata naiknya tarif tol ini banyak dikeluhkan pengguna jalan tol lantaran belum di imbangi dengan perbaikan infra struktur yang memadai. Terlebih lagi bagi sopir truk, naiknya tarif tol berdampak pada pembengkakan biaya operasional pengiriman barang yang dibebankan ke sopir. “Tarif naik, tapi jalannya masih banyak yang rusak,” ujar Antok, salah satu sopir truk.

Di kawasan tol Romokalisari misalnya, menurut Antok, sejumlah titik jalan tol masih terlihat rusak dan bergelombang. Kerusakan terparah terjadi pada retaknya jalan pembatas lajur dengan kedalaman hingga sepuluh sentimeter. Sementara pihak pengelola berjanji bakal melakukan perbaikan pada musim kemarau untuk meningkatkan pelayanan di tengah pemberlakuan naiknya tarif tol surabaya-gresik.

Menurut Kabag Pelayanan Lalu Lintas PT Marga Bumi Matra Raya, Ir. Syahrir Rahim Gani, ruas jalan yang akan diperbaiki dengan lapisan tambal sulam sepanjang 10 KM. Perbaikan diberlakukan jika telah memasuki musim kemarau hal itu untuk menjaga keawetan kualitas aspal.

Enam ruas jalan tol yang mengalami keniakan tarif yang disesuaikan dengan kenaikan infalsi yaitu jalan tol Waru – Juanda, tol Jakarta outer ring road ( Kebun Jeruk – Penjaringan ), tol Bandara Soekarno Hatta, tol Jakarta – Cikampek, tol Kanci – Pejagan, serta tol Surabaya – Gresik. Kenaikan tarif tol di Surabaya – Gresik rata-rata naik 500 hingga 1500 rupiah untuk sesuai golongan atau jenis kendaraan. (Bs/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tarif Tol Surabaya – Gresik Naik, Sopir Menjerit"