Tarian Sufi Rumi Pikat Penonton Cros Culture

Tidak ada komentar 7 views

salah seorang penari sufi

SURABAYA (suarakawan.com) – Salah satu tarian yang cukup mencuri perhatian penikmat kebudayaan dalam acara Cros Culture yang digelar disparta Pemkot Surabaya adalah tarian sufi yang bernama Tari Darvish dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Selain karena ditampilkan oleh penari laki laki saja, bentuk tarian yang berputar-putar tanpa henti selaras dengan iringan musik membuat pengunjung kagum dengan ketahanan fisik penari yang prima.

“Kok bisa ya mampu terus berputar-putar seperti itu tanpa pusing apalagi terjatuh. Kalau orang biasa kan pasti berapa putaran aja udah pusing,” papar Sonya, salah satu pengunjung cros culture.

Tarian sufi tersebut alongan Jawa Tengah. Memang memiliki keunikan karena merupakan gabungan berbagai kultur, merupakan kesenian sufi multikultur seperti marawis, gamelan Jawa, calung dari Banyumas.

Gerakan monoton dari sufi dipadu dengan gerakan tari Jawa dan Melayu, yang mana merupakan tempat-tempat perkembangan agama Islam. Menghasilkan bentuk seni tari baru yang harmonis.

“Sebenarnya tarian ini bukan sebagai bentuk seni, tapi kami perkumpulan spiritual yang mempelajari sufi dari Jalaludin Rumi. Karena dari Pekalongan, kami memadu padankan musiknya. Ternyata menghasilkan panduan yang enak didengar dan dilihat, kemudian mendapat apresiasi dari berbagai kalangan agar ditampilkan bila ada acara. Bahkan kami mendapat undangan dari Brunai, Singapore dan Bengkulu.” Ujar Muhamad Shahab, pimpinan rombongan kesenian dari Pekalongan.

Rombongan yang berjumlah 33 orang termasuk pemain musik pengiring ini, seluruhnya orang Pekalongan meski beberapa orang diantaranya memiliki wajah seperti orang Timur Tengah. Mereka bahkan pernah menjuarai PRTP Semarang 2010. (mel/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tarian Sufi Rumi Pikat Penonton Cros Culture"