Tanam dan Berhening Untuk Semua Kehidupan

1 komentar 12 views

SURABAYA – Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim (KBPI) lebih dikenal dengan Kolaborasi Bali mengingatkan masyarakat tentang Hari Hening Sedunia di Denpasar.

Hari Hening Sedunia (World Silent Day) yang diperingati setiap 21 Maret itu adalah suatu usaha untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan sebagai respon terhadap Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim atau yang dikenal sebagai COP 13 UNFCCC pada akhir Desember 2007 lampau di Bali.

Rencananya peringatan Hari Hening Sedunia akan diajukan ke PBB untuk disahkan sebagai rencana aksi penanggulangan perubahan iklim.

Penasehat KBPI Panji Tisna mengungkapkan sejak Hari Hening Sedunia dideklarasikan pada Desember 2007, hingga kini baru terkumpul 10 ribu tanda tangan. Akhir tahun ini, ditargetkan mendapatkan sekitar 20 ribu dukungan tanda tangan.

“Mudah-mudahan di akhir tahun 2011, kita harapkan bisa menedekati 15.000-20.000. Targetnya 20 ribu akhir 2011. jadi kalau sudah ada keyakinan komitmen kembali kita secara metafisika akan menjadi lebih ringan” ujar Panji Tisna.

Menurut Panji Tisna, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Namun jika pemerintah tidak memberikan dukungan, maka KBPI akan memberikan kesempatan kepada Negara-negara di dunia untuk mengadopsi Hari Hening Sedunia untuk diajukan ke PBB.

Untuk diketahui pelaksanaan Hari Hening sedunia yang pertama pada 21 Maret 2008, dengan menyerukan kepada publik untuk mengurangi penggunaan peralatan elektronik selama empat jam, pada jam 10.00 – 14.00 waktu setempat.

Keesokan harinya, diikuti dengan memberikan bibit tanaman untuk bayi yang lahir pada hari tersebut. Selain itu, Kolaborasi Bali juga menyelenggarakan beberapa lokakarya dan diskusi tentang perubahan iklim dengan beberapa kelompok masyarakat serta akademisi sejak Agustus 2007. (wsd/ara)

 

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Tanam dan Berhening Untuk Semua Kehidupan"