Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tampar Kepala Desa, Dandim Rembang Dicopot dari Jabatannya

14 Nov 2017 // 04:55 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

20140930_165510_ilustrasi-menampar

SALATIGA (suarakawan.com) – Letkol (Inf) Darmawan Setiady dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang. Penonaktifan ini merupakan buntut dari tindakannya menampar Kepala Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, M Hilaludin, di tengah rapat koordinasi pengawasan dana desa yang digelar di Pendapa Museum Kartini, Jumat, 10 November 2017.

“Setelah dari hasil kroscek dan pemeriksaan, saya mengambil keputusan untuk menonaktifkan yang bersangkutan (Dandim Rembang, red),” ujar Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama Kolonel (Inf) Joni Pardede di Salatiga.

Jabatan Dandim Rembang selanjutnya dipegang Pejabat Sementara (Pjs) Letkol (Inf) Teddy Himawan yang saat ini menjabat Kepala Staf Teritorial (Kasiter) Korem 073/Makutarama.

Joni menerangkan, kejadian bermula ketika sosialisasi dana desa yang diadakan Pemkab Rembang dan dihadiri Forkompinda, dengan peserta ratusan kepala desa. Sejumlah pejabat menjadi narasumber dalam acara tersebut, di antaranya Bupati Rembang, Kapolres dan Dandim.

Para pejabat itu bergiliran memberi pemaparan terkait dana desa yang akan digulirkan oleh pemerintah. Dandim memperoleh giliran keempat untuk memberi penjelasan tentang dana desa itu.

Saat memberi penjelasan, Darmawan merasa tidak nyaman karena Hilaludin kurang memperhatikan. “Kemudian Dandim melakukan perbuatan tidak terpuji (menampar) itu,” ujarnya.

Situasi sempat memanas akibat penamparan itu sebelum bisa ditenangkan oleh bupati. Usai salat Jumat, bertempat di Rumdin Bupati dilakukan pertemuan antara Bupati, Dandim, dan Paguyuban Kepala Desa untuk menyelesaikan kejadian itu secara kekeluargaan.(lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini