Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tak Hadiri Reuni 212, Presiden Jokowi Pilih ke Peringatan Hari Guru

02 Dec 2017 // 11:40 // HEADLINE, PENDIDIKAN

jokowi-poto-istimewa-1

JAKARTA (suarakawan.com) – Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa hormatnya pada guru-guru Indonesia dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (2/12).

Jokowi juga menyebut di masa depan nanti guru tidak akan tergantikan perannya oleh robot.

“Sekali lagi saya tidak mungkin menjadi presiden tanpa peran guru-guru saya. Untuk itu saya menyampaikan penghargaan apresiasi yang tinggi pada seluruh guru di Tanah Air,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

“Ada sebagian yang berpendapat peran guru bisa digantikan robot pintar, itu saya sampaikan tidak mungkin. Guru tidak akan tergantikan karena profesi menjalankan misi kemanusian mengajak dan mengajarkan jiwa anak didik inilah sejatinya pendidikan karakter.”

Dengan hadir di perayaan guru ini, Jokowi absen pada Reuni Akbar Alumni 212 di Lapangan Monas yang dihadiri puluhan ribu umat Islam. Satu tahun sebeumnya, Jokowi menghadiri Aksi Bela Islam 212 dengan ikut salat Jumat berjamaah.

Pada Reuni Akbar kali ini, nama Jokowi sendiri disebut-sebut oleh Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif dalam pidatonya. Orang nomor satu di Indonesia itu disebut Slamet Maarif memimpin pemerintahan yang semakin tak ramah dengan umat islam.

“Alumni 212, merasakan tiga tahun pemerintah sekarang tidak terlalu ramah dengan umat Islam, bahkan, kami rasakan semakin lama semakin menggigit,” kata Slamet dalam pidatonya.

Slamet juga menilai, di era Jokowi umat Islam tak lagi merasakan nilai keadilan dan pihak-pihak yang dekat dengan kekuasaan justru terkesan dilindungi.

Alumni 212 menggelar Kongres Nasional pada Kamis hingga Jumat. Tema yang diangkat dalam acara itu adalah ‘Pererat Ukhuwah Menuju Kebangkitan Islam di Indonesia’. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini