Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tahun Ini Menteri Susi Siap Tenggelamkan 90 Kapal Asing

12 Sep 2017 // 16:37 // HEADLINE, MARITIM & LAUT

menteri susi

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan kembali menenggelamkan kapal-kapal asing yang terbukti melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia sebagai upaya memberantas penangkapan ikan di laut secara tidak sah (illegal fishing).

“Saat ini ada sekitar 90 kapal-kapal asing yang akan ditenggelamkan, menunggu adanya ketetapan hukum,” kata Susi usai memberikan kuliah umum yang bertajuk “Illegal Fishing dan Respon Indonesia” di FISIP UI Depok, Selasa.

Ia mengatakan, kemungkinan besar tahun ini juga kapal-kapal asing tersebut akan ditenggelamkan.

“Saya belum bisa memastikan penenggelaman kapal ini dilakukan pada bulan Oktober atau bulan lainnya, karena masih menunggu penetapan,” jelasnya.

Menurut dia kapal-kapal asing ini dari berbagai negara. Namun tidak sesuai dengan bendera yang ada di kapal.

“Ada kapal Vietnam berbendera Malaysia atau kapal Thailand tapi berbendera Afrika,” katanya.

Mengenai bobot dari kapal asing, menteri mengatakan beragam mulai dari 70 GT, 120 GT sampai 200 GT. Kapal Vietnam biasanya kecil, Thailand besar dan Tiongkok lebih besar lagi.

Menurut Susi, untuk kapal trawl satu kali tangkap ikan bisa mencapai antara 30 ton, 70 ton samapi 100 ton.(ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini