Tahun 2015, Krisis Air di Jawa Semakin Parah

Tidak ada komentar 15 views

SURABAYA – Pada 2015, krisis air di Pulau Jawa akan jauh lebih parah karena diperkirakan kebutuhan air akan melonjak menjadi 164,671 miliar meter kubik. Sedangkan potensi ketersediaan air, baik air tanah maupun air permukaan hanya 30,569 miliar meter kubik.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Gusti Muhammad Hatta mengimbau masyarakat agar hemat dalam mengonsumsi air bersih yang saat ini ketersediannya semakin berkurang.

“Kami mengimbau menghemat air. Air sebenarnya bisa dihemat, yang tidak perlu bisa dihentikan,” kata Gusti Muhammad Hatta di Yogyakarta, Senin (21/3).

Gusti menyebutkan, dari segi kuantitas, Indonesia memiliki banyak ketersediaan air, namun sangat kurang dari segi kualitas, sehingga hanya sebagian yang dapat dikonsumsi sebagai air bersih.

Karena itu, perlu meningkatkan kualitas air baik air sungai maupun danau dengan berbagai upaya yang dilakukan dalam jangka panjang. Hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan tutupan lahan karena memungkinkan air bisa masuk dalam tanah sehingga bisa menjadi pasokan air.

Namun pada 2025 diperkirakan kebutuhan air bersih terus meningkat hingga mencapai 70 persen. Sementara air bersih saat ini semakin menjadi barang langka, karena telah menjadi komoditas-barang dagangan, sekaligus kebutuhan pokok.

Tujuan dari Hari Air Dunia 2011 adalah untuk memusatkan perhatian internasional pada dampak pertumbuhan penduduk yang cepat industrialisasi perkotaan, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh perubahan iklim, konflik dan bencana alam pada sistem air perkotaan.(ant/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tahun 2015, Krisis Air di Jawa Semakin Parah"