Tahun 2012, Jatim Surplus 5,6 Juta Ton Beras

Tidak ada komentar 17 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Provinsi Jawa Timur tidak akan kekurangan pangan, karena diperkirakan tahun 2012 surplus 5,6 juta tom beras. Sebab, pada 2012 ini, Jatim memproduksi 13,9 juta ton gabah kering giling. Bila dikonversi ke beras, 13,9 juta ton gabah kering giling itu bisa memproduksi 9 juta ton beras.

“Konsumsi Jatim sendiri setiap tahun 3.420.060 ton, sehingga surplus 5,6 juta ton beras,” kata Kepala Dinas Pertanian Jatim, Wibowo Ekoputro kepada wartawan disela-sela acara Deklarasi Anti Korupsi di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (29/2).

Untuk memenuhi kebutuhan itu, menurutnya, Gubernur Jatim, Soekarwo melakukan upaya meningkatkan indeks pertanaman dari 1,86 dinaikkan sampai dengan 2014 nanti 2,3. Pada 2012 ini, diharapkan dengan selesainya Bojonegoro Barrage (Bendungan gerak), Bengawan Jero di Lamongan dan irigasi air permukaan bulan Mei nanti diharapkan nanti sudah berfungsi.

“Kalau bendungan itu sudah berfungsi, maka indeks pertanahan di Jatim meningkat dari 1,86 menjadi 2,15. Ketika 2,15 itulah kita merencanakan luas tanam, luas panen dan produksi di Jatim ada 13,9 juta ton gabah giling kering itu,” ungkapnya.

Dijelaskan, kalau di sukron 1 ini dari Januari sampai April, yang dikejar nanti Jatim harus memproduksi 6,9 juta ton gabah kering giling. Kalau 6,9 juta ton gabah kering giling itu dikonversi ke beras sekitar 4 juta ton, sehingga Jatim di sukron 1 antara Januari-April itu sudah surplus sekitar 1 juta ton.

“Tapi, padi dan beras itu barang yang dinamis, mobilenya sangat tinggi dan Jatim pasti juga menjadi salah satu provinsi dimana mobilitas padi atau gabahnya itu keluar provinsi. Sehingga diharapkan di sukron 1 dan 2 antara Mei-Agustus dan sukron 3 September-Desember nanti, 13,9 itu akan tercapai,” paparnya.

Saat ini, tambahnya, di lapangan mulai dilakukan kawalan dari pertanaman bulan musim hujan Oktober, Desember 2011 dan Januari-Maret 2012. Para pengamat organisme penganggu tumbuhan kita melakukan pengawalan, agar jangan sampai wereng menjadi organisme pengganggu tumbuhan yang secara ekonomi dapat merugikan petani.

“Selain organisme penganggu tumbuhan itu, iklim, kekeringan dan banjir menjadi hambatan. Tapi, mudah-mudahan itu tidak menjadi hal yang menganggu produksi. Pada 2011 kemarin, gangguan banjir, kekeringan dan organisme penganggu tumbuhan itu hanya 1,47 persen,” tuturnya. (Bng/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tahun 2012, Jatim Surplus 5,6 Juta Ton Beras"