Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tagih Bonus Sembari Tenteng Golok, Sopir Taksi Online Dibui

11 Jul 2017 // 21:04 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS, KRIMINALITAS

663x442-3-alasan-utama-kenapa-konsumen-lebih-memilih-taksi-online-160315d

SURABAYA (suarakawan.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo Surabaya, Jawa Timur, mengamankan seorang pengemudi angkutan umum berbasis online karena kedapatan membawa golok saat menagih bonus kepada atasannya.

Pelaku berinisial ZA, usia 37 tahun, warga Perumahan Griya Samudra, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kini harus menghadapi proses hukum di Polsek Sukolilo Surabaya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sukolilo Surabaya Inspektur Polisi Satu Pujianto kepada wartawan di Surabaya, Selasa, menceritakan bahwa ZA mendatangi kantor cabang Grab di Kompleks Ruko Klampis Jaya, Sukolilo, Surabaya, pada Jumat (7/7) lalu.

“Pelaku datang dengan membawa senjata tajam jenis golok dan langsung menuju lantai atas menemui pihak perwakilan manajemen untuk menagih bonus,” katanya.

Menurut Pujianto, golok yang dibawa pelaku kemudian diletakkan di atas meja perwakilan manajemen perusahaan angkutan itu sembari menagih bonus hasil jerih payahnya yang dirasa tak kunjung diterima.

Perbuatan ZA langsung diantisipasi oleh pihak sekuriti perusahaan tersebut, yakni Agus Prasetyo, yang sempat berebut golok dengan pelaku.

“Jari kelingkingnya terluka saat berupaya merebut golok dari tangan pelaku,” ujar Pujianto.

Agus Prasetyo kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sukolilo Surabaya. Polisi langsung merespon laporan tersebut dengan menangkap pelaku ZA.

“Golok yang dibawa pelaku juga telah kami amankan sebagai barang bukti,” katanya.

Bonus yang ditagih gagal didapat karena pelaku kini harus menghadapi proses hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam.

“Ancaman pidananya paling lama 10 tahun penjara,” ucap Pujianto. (ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini