Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Survei: Konsumen di Negara Berkembang Hobi Belanja Online

18 Oct 2017 // 11:56 // GADGET, HEADLINE, TEKNOLOGI
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (suarakawan.com) – Pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai ponsel pintar (mobile shopping) berkembang pesat di negara berkembang atau emerging market di kawasan Asia Pasifik. Filipina dan Malaysia mencatat pertumbuhan tertinggi gaya belanja tersebut.

Dalam laporan Mobile Shopping Survey yang dilakukan MasterCard, konsumen di Filipina dan Malaysia mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan (year on year) mobile shopping. Kedua negara tersebut mencatat peningkatan masing-masing sebesar 12,6 persen dan 10,1 persen.

Sementara itu, konsumen di India mempertahankan posisi mereka sebagai mobile shopper teratas di Asia Pasifik dalam dua tahun berturut-turut. Setidaknya satu orang di India berbelanja melalui gawai dalam waktu tiga bulan terakhir sebelum survei tersebut dilaksanakan.

Sementara mobile shopper Cina masih berada dalam posisi kedua, diikuti Thailand. Di sisi lain, konsumen di negara-negara yang lebih maju seperti Jepang, Australia dan Selandia Baru membatasi pembelanjaan daring.

Kecenderungan Asia Pasifik untuk berbelanja daring melalui gawai juga telah mendorong peningkatan penggunaan dompet digital. Dari survei itu, 22,3 persen responden atau satu dari lima warga Asia Pasifik menggunakan metode pembayaran digital.

Konsumen Asia Pasifik juga telah menggunakan pembayaran menggunakan kode QR. Satu dari sepuluh konsumen pengguna pembayaran kode QR berasal dari Cina (42,6 persen). Angka ini dominan dengan selisih yang cukup jauh dari negara lainnya.

Senior Vice President, Digital Payments and Labs Asia Pasifik, Mastercard, Benjamin Gilbey menyampaikan, konsumen di sejumlah negara berkembang di Asia Pasifik merupakan konsumen yang mengutamakan penggunaan gawai dan telah melampaui evolusi pembayaran tradisional.

Pemerintah di kawasan tersebut telah melakukan upaya-upaya yang cukup signifikan untuk mendorong pengembangan lanskap perdagangan elektronik dan mobile. Termasuk pengembangan infrastruktur pendukungnya yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan yang dapat dilihat dalam hasil survei terbaru MasterCard.

“Konsumen kini telah beralih dari pengguna satu perangkat menjadi pengguna satu aplikasi dengan tuntutan pengalaman pembayaran lebih mudah dan mulus,” ungkap Gibley dalam keterangan tertulis, Rabu (18/10).

Hal ini memerlukan kolaborasi lebih besar antara sektor publik dan swasta serta para pelaku industri untuk memfasilitasi beragam pilihan pembayaran yang tersedia. Kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini, seperti standardisasi pembayaran berbasis kode QR di India dan Thailand dinilai sangat menggembirakan.

“Kami melihat masih banyak peluang untuk terus maju. Karena itu kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan industri dalam memungkinkan aktivitas perdagangan melalui berbagai perangkat,” ungkap Gilbey.(rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini