Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Survei Cagub Jatim 2018, Elektabilitas Gus Ipul Tetap Tertinggi

17 May 2017 // 07:37 // HEADLINE, PILKADA, POLITIK & PEMERINTAHAN

gus ipul 12 kg

SURABAYA (suarakawan.com) – Bila sebelumnya, Initiative Institute telah melakukan dua kali survei Pilgub Jatim 2018, kali ini lembaga survei Berpikir Institute juga melakukan hal sama.

Menariknya, dalam temuan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan clon lainnya.

Survei ini menggunakan analisis forecasting politik terhadap tokoh-tokoh yang diprediksi bakal maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang. Analisisnya menggunakan empat indicator yaitu Inkumbensi, Popularitas, Basis Dukungan, dan Penerimaan Partai.

Direktur Eksekutif Berpikir Institute, Romel Masykur, mengatakan tim Berpikir Institute melakukan analisis peta politik jelang Pilgub Jatim dengan menggunakan data dari beberapa sumber resmi. Pertama, sumber resmi dari kementerian yang terkait penghargaan dan juga lembaga nasional serta internasional terhadap kinerja institusi pemerintah dan perseorangan.

Kedua, mengomparasikan hasil survei agregat yang dilakukan dari berbagai lembaga survei yang kredibel dalam rentang waktu tahun 2004-2016. Ketiga, menggunakan data dari analisis media massa (rekam jejak figur), dan terakhir analisis persepsi elite politik (wawancara dan opini elite di media massa).

Metode analisis yang digunakan adalah konversi hasil input sumber dalam skala interval 1-9, dengan kategori 1-3 (lemah), 3-5 (sedang), 5-7 (kuat) dan 7-9 (sangat kuat). Kemudian, penjumlahan nilai gabungan per-indikator dengan nilai average.

“Kami melakukan peta politik dengan data sekunder ini selama 3 bulan, mulai Februari – April 2017,” ujar Romel, saat merilis hasil Analisis Forecasting Peta Politik menjelang Pilgub Jatim 2018, di Surabaya, Rabu (12/4) lalu.

Menurut Romel, ada sebanyak 18 tokoh yang masuk dalam analisis forecasting politik dari 4 indikator (inkumbensi, popularitas, basis dukungan, dan penerimaan partai). Mereka adalah Ahkmad Sukardi (Sekda Prov Jatim), Anton Setiadji (mantan Kapolda Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Bambang DH (Anggota DPRD Jatim), Edy Rumpoko (Mantan Wali Kota Batu), Emilia Contessa (Anggota DPD RI), Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim), Hasan Aminuddin (Anggota DPR RI), Budi Sulistyo (Bupati Ngawi).

Kemudian Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Kusnadi (Ketua DPD PDIP Jatim), Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim), Musyaffa’ Noer (Ketua DPW PPP Jatim), Nyono Suharli (Ketua DPD Partai Golkar Jatim), Ridwan Hisyam (Anggota DPR RI), Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), Suyoto (Bupati Bojonegoro), dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya).

Namun, hanya ada 4 tokoh yang mendapat nilai rata-rata 7 untuk semua indikator. Nilai tertinggi yaitu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (7,9), Khofifah (7,4), Azwar Anas (6,9), dan Tri Rismaharini (6,8). Sementara sisanya masih dibawah nilai rata-rata. “Tapi yang mendapat nilai rata-rata di atas 7 untuk semua indikator untuk sementara hanya Gus Ipul,” ujar Romel.

Dengan begitu, lanjut Romel, sampai saat ini hanya Gus Ipul yang dapat diproyeksikan memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi untuk kategori calon gubernur. Sedangkan kandidat lain yang tidak mempunyai kesenjangan nilai rata-rata dalam variabel gabungan adalah Abdullah Azwar Anas, Bambang DH dan Edy Rumpoko.

“Kandidat kuat lain yang interval antar variabel mempunyai kesenjangan adalah Abdul Halim Iskandar, Risma dan Khofifah,” katanya didampingi pengamat politik asal Unair Surabaya, Novri Susan. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini