Sultan: Masih Terlalu Dini Ngomong Capres dan Cawapres

JAKARTA (suarakawan.com) – Sultan Hamengkubuwono X gencar dikabarkan dicalonkan menjadi Wakil Presiden mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie pada pemilihan umum tahun 2014 mendatang. Saat dikonfirmasi pada yang bersangkutan, Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengaku mengetahui informasi itu.

“Belum ada komunikasi pencalonan wapres dengan Ical. Komunikasi dengan Ical baik-baik saja, semua baik-baik saja,” kata Sultan seusai menghadiri diskusi “Kedaulatan Maritim Sebagai Kekuatan” yang diadakan oleh Persaudaraan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kompleks Liga Mas Indah Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (04/07).

Sultan enggan berkomentar saat ditanya kesiapannya jika diriinya mendampingi Ical. Sultan hanya menjawab hal itu terlalu dini karena pemilihan umum masih relatif lama. Jawaban berbedaa saat disinggung pencapresan Ical itu dianggap terlalu dini. Sultan mengaku tidak mempermasalahkannya karena yang akan memilih adalah rakyat.

“Sudahlah, wong subuh aja belum. Saya tidak mau jawab soal itu. Ya engga apa-apa, pemilih kan rakyat. Namun nanti kita lihat, waktunya kan masih lama, 2 tahun. Namun kalau sudah menjadi keputusan partai, ya yang namanya kader, harus ikut. Kan itu sudah diputuskan. Saya tunduk pada keputusan partai, wong kader,” tandasnya.

Sultan mengaku tidak mengetahui siapa figur yang pantas untuk mendampingi Capres Ical. Ia menyebutkan, yang tahu siapa yang pantas mendampingi hanyalah Ical sendiri. Sultan juga enggan memberikan komentar soal kemungkinan ada pinangan partai lain yang meminta Sultan menjadi calon presiden. “Enggak, saya tidak mau menjawab.” (mad/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sultan: Masih Terlalu Dini Ngomong Capres dan Cawapres"