Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sultan HB X Tolak Tol Laut Pemerintahan Jokowi, Begini Alasannya

24 May 2017 // 18:09 // EKONOMI, HEADLINE

Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X

YOGYAKARTA (suarakawan.com) – Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menolak rencana tol laut pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ini jika tol laut tersebut nanti dihubungkan dengan China.

“China itu bikin tol laut untuk menjual produknya secara global. Ya sudah kalau sampai di-match-kan dengan China kita hanya jadi konsumen, dan itu hanya memudahkan distribusi mereka. Jangan mau kalau di-match-kan dengan China,” kata Sultan, belum lama ini.

Menurut dia, sebaiknya Jokowi membuat tol laut hanya untuk lingkup nasional. Jangan sampai dihubungkan dengan China.

“Yang saya tolak adalah jangan mau di-match-kan dengan China. Kalau mau kompetitif ya Indonesia bangun di Belitung. Kalau untuk distribusi nasional jadi bangun hubungan, dan untuk impor di Belitung atau Rupat, barat dan timur.”

Selanjutnya, kata Sultan, kapal dari asing hanya berhenti di Belitung, dan untuk distribusi dilakukan oleh tol laut atau kapal Indonesia sendiri. Sultan berharap warga Yogya khususnya memiliki kesadaran mempertahankan jati diri bangsa.

“Kita terlalu lama dininabobokan orang asing. Saya berharap dari Yogya kita harus jadi benteng dan spirit bagaimana bangsa kita mempertahankan identitas diri, tapi tetap bisa survive di dunia global. Jadi bukan hanya masuk sangkar emas, tapi untuk survive dalam sangkar emas itu,” ujar Sultan. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini