Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Suarakan ‘NKRI Harga Mati’ Lewat Musik Under Ground

23 Oct 2016 // 21:59 // MUSIK

20161023_140538

BOGOR (suarakawan.com) – Untuk kesekian kalinya, Ki Gendeng Pamungkas menampilkan musik under ground beraliran keras. Tampil pada Minggu (23/10) group band dari Jabotabek dan Bandung seperti Forgotten, Kedjawen, Astana, Grausic, Gugat, Trauma, bertempat di Indoor Hall B Stadion Padjajaran, Kota Bogor.

Musik keras aliran metal underground atau sering disebut musik under ground menghentak keras ruang Indoor Hall B diminati kaum remaja dan kaum muda, baik laki-laki maupun perempuan.

“Kali ini temanya, Ayo Bung Rebut Kembali: NKRI Harga Mati,” ujar Ki Gendeng Pamungkas di belakang panggung acara.

Menurut tokoh kontroversial asal Bogor ini, Indonesia sedang lemah posisi tawar dari bangsa asing. Untuk itu ia ingatkan kaum pribumi untuk merebut kembali kemerdekaan 1945 yang dipelopori para founding father.

“Kita harus merdeka dari bangsa sendiri, seperti yang selalu disampaikan Ki Gendeng Pamungkas. Untuk itu kita ucapkan juga rasa terimakasih pada beliau atas supporter tunggal sehingga acara berlangsung sukses,” demikian announcer meneriakkan kata saat pergantian group band yang satu ke group band berikutnya.

Announcer sesekali memberikan door prize dengan cara mengajukan pertanyaan kepada para penonton. Setiap lagu yang diperdengarkan, penonton seakan kerasukan, berjoget seakan berkelahi di depan panggung. Uniknya tidak pernah terjadi perkelahian meski terlihat seperti saling sikut dan adu jotos.(Hans/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini