Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Studi: 80 Persen Masyarakat Indonesia Lebih Suka Pembayaran Elektronik

23 Sep 2017 // 08:35 // EKONOMI, HEADLINE

atm

JAKARTA (suarakawan.com) – Perkembangan teknologi membawa pengaruh besar pada akses internet di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan transaksi pembayaran. Nah, berkaitan dengan transaksi, berikut ini adalah studi mengenai penggunaan uang tunai dan kartu kredit.

Perusahaan teknologi pembayaran global Visa merilis Consumer Payment Attitudes Study 2016. Hasilnya mengungkapkan bahwa saat ini, 80 persen masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan kartu pembayaran elektronik, dibandingkan uang tunai.

Jumlah masyarakat yang lebih suka penggunaan kartu kredit meningkat pada 2015. Hanya sekitar 34 persen masyarakat Indonesia yang membawa sedikit uang tunai.

Alasannya penggunaan kartu kredit, karena uang tunai dinilai tak lagi aman dijadikan kartu pembayaran. Selama periode 2015-2016, masyarakat yang mengandalkan uang tunai makin berkurang dari 31 persen menjadi 20 persen.

President Director of PT. Visa Worldwide Indonesia Harianto Gunawan meyakini bahwa tren nontunai didorong oleh konsumen yang semakin menginginkan alat bayar yang aman, cepat, dan lancar.

“Penelitian kami menunjukkan, masalah keamanan merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran eletronik seperti kartu debit, kredit, ATM, dan uang elektronik. Responden lainnya lebih suka menggunakan metode nontunai sebab lebih mudah dan tidak ribet dibandingkan dengan menggunakan uang tunai,” jelas Harianto.

Perangkat Mobile

Selain itu, transaksi non tunai juga berkaitan erat dengan perangkat mobile. Faktanya dalam penelitian itu, penggunaan ponsel pintar di Indonesia menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan online.

Pada dasarnya, konsumen saat ini mulai berpaling ke pembayaran mobile karena lebih mudah, nyaman, dan dapat melakukan pembelian di mana dan kapan saja.

Permintaan konsumen terkait penyediaan barang dan jasa dengan cepat juga mengalami peningkatan pesat. Hal itu masuk kategori on demand service atau layanan berbasis permintaan, seperti Gojek, Uber, Grab, dan lainnya. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini