Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Struktur Sekretaris Dirubah, PAN Jatim Kembali Memanas

01 May 2017 // 19:34 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN, PROVINSI

20170501_142619

SURABAYA (suarakawan.com) – Internal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur kembali memanas dan pecah. Dimana Majelis Penasehat Partai (MPP) PAN Jatim menilai perubahan struktur Sekertaris PAN Jatim dari Kuswiyanto ke Basuki Babbusalam dan Ketua Fraksi di DPRD Jatim terjadi kejanggalan.

Koordinator Penyelamat dan juga salah satu anggota MPP DPW PAN Jatim, Didik Setio Budi ditemui di Surabaya, Senin (1/5) mengatakan pasca pelaksanaan muswil, ketum Zulkifli Hasan bersama Masfuk yang oleh DPP ditetapkan sebagai ketua sudah berjanji kepada seluruh kader akan mengakomodir seluruh keinginan kader, bahkan akan menyatukan seluruh kader untuk satu visi membesarkan PAN, tapi faktanya janji tersebut tidak direalisasikan, malah yang terjadi Masfuk telah mendzolimi kalangan yang harusnya menang tapi dikalahkan dengan cara yang tidak benar.

“Tidak cuma janjinya yang tidak direalisasikan, bahkan Masfuk menyapu bersih orang Suyoto hingga tingkat daerah, cara kepemimpinan seperti itu, dengan tidak menggandeng seluruh kader bukan malah membesarkan partai, tapi yang terjadi sebaliknya, merusak PAN,” tegasnya.

Didik mengaku apa yang dilakukan Masfuk tersebut untuk memenuhi ambisinya untuk maju di Pilgub Jatim.
”Masfuk ingin sekali maju sebagai Wagub Jatim. Dia tak melihat fakta yang ada saat ini kalau tak laku di parpol lain,”ujarnya.

Terkait langkah selanjutnya dari anggota MPP tersebut, Didik mengaku bersama beberapa pengurus MPP lainnya akan melaporkan Masfuk ke Mahkamah Partai.

”Kami sebut juga ketum telah mengingkari janjinya untuk menampung pihak Kuswiyanto. Tapi menyetujui mencopotan itu. Jelas sekali ketum mengingkari itu,” terangnya.

Selain ke arah Mahkamah Partai, kata Didik, pihaknya akan mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya atas pencopotan tersebut.(aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini