Stop! Korban Traffiking Di Kalangan Pelajar

Tidak ada komentar 5 views

Pelajar yang Ikut Sosialisasi Traffiking

SURABAYA (suarakawan.com)– Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya kembali melakukan sosialisai masalah trafficking atau kasus perdagangan anak untuk kalangan pelajar di ruang Barawira Polrestabes Surabaya. Acara yang diikuti perwakilan siswa seSurabaya ini juga dihadiri beberapa kepala sekolah setempat.

Dilakukan sosialisasi ini dikarenakan, banyaknya kasus perdagangan anak untuk obyek protitusi dimana banyak anak pelajar yang menjadi korban.

Menurut Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Sri Setyo Rahayu, sampai bulan Mei sudah ada 13 kasus trafficking yang melibatkan pelajar.

“Oleh sebab itu anak anak patut mewaspadai ini. Ini yang harus diingat karena trificking bisa terjadi di mana saja.” terang AKBP Sri  Setyo Rahayu.

Kasus trafficking untuk sasaran pelajar di Surabaya, lanjut AKBP Sri Rahayu, biasanya modus yang dilakukan pelaku tidak menjanjikan atau mengiming-imingi pekerjaan tetap, namun memberikan fasilitas kesenangan hidup atau barang barang mewah. “Nah, kalau ada siswa yang punya HP baru harganya diatas 3 juta, dan orang tua merasa tidak membelikan, maka orang tua patut mencurigai.” lanjutnya.

Oleh sebab itu baik siswa, kepala sekolah dan orang tua wajib mengetahui masalah trficking. Biasanya pelaku mencari korban di sekitar tempat tinggalnya atau kebiasaan pelaku berada karena mengetahui informasi tentang korban.

Diketahui  data yang didapat Polrestabes Surabaya, Indonesia menempati  nomer tiga sedunia  sebagai penonton terbanyak film video porno. (bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Stop! Korban Traffiking Di Kalangan Pelajar"