Stasiun Pasar Turi Tambah Aparat Keamanan Antispasi Calo

SURABAYA (suarakawan.com) – Dalam penelusuran yang dilakukan suarakawan.com, berhasil menemui orang yang paling lama menjadi calo di Stasiun Pasar Turi, Sebut saja Mat (Bukan nama sebenarnya), dia menjadi calo sejak 20 tahun silam.

Menurutnya, biasanya tiket yang dijual Mat, selalu habis terjual. Bila dalam kondisi ramai, seperti libur panjang,  sehari dia bisa menjual antara  30 tiket sampai 50 tiket. Tiket kereta yang dijual bervariasi mulai dari kelas eksekutif seperti Gumarang, Sembrani, Argo Anggrek, Rajawali  hingga kelas bisnis seperti Gumarang Bisnis.

”Pokoknya kalau di layar tertera tiket habis, saya punya tiketnya. Tiket habis bukan hanya karena dijual ke calon penumpang tapi sebagian juga dijual ke calo,” paparnya.

Sementara itu,  data Stasiun Pasar Turi, tiket kereta kelas eksekutif dan bisnis untuk keberangkatan tanggal 31 Mei hingga 5 Juni habis terjual. Hanya KA Mutiara Selatan  jurusan Surabaya-Bandung yang masih tersisa.

Sementara untuk keberangkatan 1 Juni Argo Bromo Anggrek, Gumarang, Rajawali dan Sembrani telah habis.

Diketahui,  guna mengantisipasi membludaknya penumpang yang tidak kebagian tiket, PT KAI berencana menambah rangkaian  gerbong atau maksimalisasi kapasitas daya tarik lokomotif.

Sementara itu, Waka Stasiun Pasar Turi, Eko, mengatakan, untuk mengantisipasi berkeliarannya calo, pihak Stasiun menambah jumlah personil keamanan untuk mengusir dan kalau terbukti akan ditangkap.

“Kita menambah jumlah Polsuska dan Satpam dititik-titik mereka bergerombol, biasanya di pintu masuk loket pembelian karcis,” terangnya. (Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Stasiun Pasar Turi Tambah Aparat Keamanan Antispasi Calo"