Stasiun Gubeng Turut Peringati Hari Kartini

SURABAYA – Menjelang peringatan hari lahir Kartini, pejuang emansipasi wanita yang jatuh pada Kamis (21/4) besok, hari ini seluruh staf Non Operasional Stasiun Gubeng Surabaya bekerja dengan mengenakan pakaian adat.

Staf non operasional tersebut meliputi penjual tiket, reservasi, poter atau kuli angkut atau bagian bagian yang langsung bersinggungan dengan calon atau penumpang kereta api.

Menurut Kepala Stasiun Kereta Api Gubeng, Saichun Nuri, kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi pegawai Stasiun KA Gubeng dan Daerah Operasional (DAOPS) VIII dalam peringatan hari Kartini.

“Mudah-mudahan ekspresi seperti ini dapat dilakukan tidak hanya di moment hari Kartini saja, namun pada momen momen lain kita juga turut andil.” terang Shaicun Nuri, Rabu (20/04/2011).

Saichun menambahkan, agenda tersebut dilaksanakan mulai hari ini hingga besok Kamis 21 april yang bertepatan dengan hari kartini.

Dari pantauan suarakawan.com, pegawai perempuan yang mengenakan baju kebaya, mengaku kesulitan dalam melayani calon penumpang, karena berulang kali disibukkan dengan selendang kebaya yang sering jatuh. Meski demikian, mereka mengaku senang bekerja dengan pakaian seperti itu.

Keluhan sama juga dirasakan petugas kuli angkut, karena harus mengangkat barang bawaan penumpang dengan mengenakan pakaian batik.

Tak hanya petugas di Stasiun KA Gubeng, terlihat juga beberapa pramugari dari salah satu kereta api bisnis eksekutif juga mengenakan pakaian sama yakni, kebaya jawa lengkap dengan selendang. Bahkan ada juga pramugari yang berdandan lengkap dengan sanggul dirambutnya. (bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *