Staff Kemenlu Kunjungi RS.Bhayangkara Terkait Proses Identifikasi Jenazah Imigran Yang Tak Kunjung Kelar

SURABAYA (suarakawan.com) – Staf Kementrian Luar Negeri siang tadi (10/02) mendatangi RS.Bhayangkara Polda Jatim untuk memastikan proses identifikasi jenazah imigran gelap asal Timur Tengah yang hingga kini belum usai. Mereka hendak memastikan kapan proses identifikasi selesai atau dihentikan.

Rombongan yang dipimpin Direktur Konsuler Kementrian Luar Negeri Chalief Akbar itu mengusulkan agar proses identifikasi dapat dihentikan pada 20 Februari 2012 mendatang.

“Proses identifikasi yang memerlukan waktu cukup lama ini sempat memicu terjadinya kericuhan di negara asal para imigran, terutama, di negara Iran,” ujar Chalief Akbar, Jum’at (10/02).

Menurut Chalief, keluarga korban menganggap Indonesia kurang serius dalam menangani jenazah tersebut, padahal memang proses identifikasi memerlukan waktu.

“Mereka masuk ke Indonesia secara ilegal oleh karena itu penanganan yang dilakukan selama ini hanya karena alasan kemanusiaan semata,’’ ujarnya.

Sementara itu menurut Kombes Pol Didi Agus Mintadi Kabid Dokkes Polda Jatim, bahwa selama ini pihak Disaster Victim Identification (DVI) di luar terkesan lamban, padahal pihaknya sudah berupaya secara maksimal

’’Dari awal, yang kami kejar itu memang bukan kecepatan, tapi ketepatan hasil identifikasi,” terangnya.

Hingga kemarin, dari 103 jenazah 48 di antaranya sudah teridentifikasi. Terkait dengan usulan dari Kemenlu, menurut Didi, pihak DVI Indonesia Regional Tengah sudah menetapkan 25 Februari sebagai batas akhir proses identifikasi.

’’Itu waktu yang kita tetapkan dengan asumsi,pada tanggal itu tes DNA sudah selesai,’’ ujarnya.

Setelah itu, menurut Didi, pada 29 Februari 2012 jenazah yang belum diambil oleh pihak keluarga maupun yang belum teridentifikasi akan dimakamkan di Surabaya.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Intinya, Pemkot Surabaya mendukung sepenuhnya dan kami berterima kasih untuk itu,’’ jelas Didi.

Terkait dengan penetapan lokasi makam, rencana awal, jenazah akan dimakamkan di makam Putat Jaya. Namun, hal ini masih bisa berubah tergantung perkembangan nanti.

’’Jika DVI pusat merekomendasikan memperpanjang masa identifikasi, maka kami akan perpanjang,’’ demikian Didi.(Wis/jto)

Keterangan Foto: Staff Kemenlu Saat Berdialog Dengan Pihak RS Bhayangkara.(wis)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Staff Kemenlu Kunjungi RS.Bhayangkara Terkait Proses Identifikasi Jenazah Imigran Yang Tak Kunjung Kelar"