Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

SSC Sebut Lima Tokoh Layak Maju Pilgub Jatim

12 Jul 2017 // 18:02 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170712-WA0011

SURABAYA (suarakawan.com) –  Lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC) merilis hasil survei Pilgub Jatim 2018. Hasilnya, Lima tokoh di Jatim layak maju Cagub Jatim 2018 mendatang.

Peneliti SSC, Moh. Edi Mazuki, saat jumpa pers di salah satu hotel di Jalan Jemursari, Surabaya, (12/7) mengatakan tim SSC melakukan survei dalam pertanyaan terbuka. Ada lima kandidat yang diperhitungkan publik untuk berkompetisi sebagai Cagub Jatim, jika Pilgub Jatim dilaksanakan saat ini.

Lima tokoh itu yakni, Gus Ipul mendapat dukungan publik sebesar 26,3%, kemudian disusul nama Tri Rismaharini 22,1%, Khofifah Indar Parawansa 13,9%. Lalu Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) 3,5%, dan La Nyalla Mattalitti sebesar 2,3% pendukung.

Sedangkan nama-nama lain yang muncul, diantaranya Abdul Halim Iskandar, Hasan Aminuddin, Mahfud MD, Anang Hermasyah, Imam Nahrawi, Nurhayati Ali Assegaf dan yang lainnya masih cukup jauh elektabilitasnya dibanding kelima kandidat di atas. Rata-rata perolehan dukungan mereka di kisaran angka 2% ke bawah.

Menurut Edi, lima kandidat tersebut menunjukkan adanya kekuatan tokoh lokal dalam pilkada Jatim. “Dalam konteks pemilihan gubernur, selama ini calon gubernur diberbagai daerah banyak didominasi oleh nama-nama tokoh nasional yang beredar di Jakarta karena popularitas dan modal politiknya. Di Jatim ternyata lain, top of mind publik didominasi oleh tokoh-tokoh lokal Jatim. Tentu ini positif bagi perkembangan kepemimpinan lokal karena nama tokoh lokal terbukti lebih dikenal masyarakat,” katanya.

Menurut Edi, lima nama tokoh yang muncul dalam survei sudah dikenal oleh publik. Sehingga sulit untuk digeser dengan nama-nama baru dalam peta persaingan pemilihan gubernur Jatim. “Bisa jadi untuk kandidat Gubernur, ketiga nama teratas akan sulit dikejar dan ditandingi calon baru di Jatim,” kata Edi.

Survei SSC ini diselenggarakan pada 10-30 Juni 2017 meliputi 38 kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan metode multistage random sampling, mengambil 800 responden di 38 Kabupaten/Kota di Jatim, dengan margin of error 3,5% dengan tingkat kepercayaan 95%. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini