Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Sosok Mendiang Bambang Gentholet di Mata Gus Ipul

29 Apr 2017 // 09:36 // HEADLINE, SELEBRITI

20170428_221624

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengagumi sosok almarhum Bambang Gentolet. Meski sudah tenar menjadi pelawak, Bambang yang memiliki nama asli Kasbianto itu tidak pernah sombong dan tetap bersahaja kepada semua orang.

“Bambang adalah pelawak profesional, memiliki prinsip totalitas dalam berseni dan sepenuh hati. Itulah yang membuat saya kagum pada beliau,” katanya saat takziah ke rumah duka Bambang Gentolet di Jalan Manukan Tengah III Blok 6 I Nomor 1, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Jumat (28/4) malam.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyempatkan diri berkunjung ke rumah duka di sela kesibukannya sebagai wakil gubernur. Saat berkunjung ke rumah duka, Gus Ipul ditemui oleh anak bungsu Bambang, Winarni berserta suami dan anaknya, serta tetangga Bambang.

Di rumah pelawak personel group Srimulat, yang sangat sederhana itu, Gus Ipul menceritakan pertemuannya dengan pelawak yang rendah hati itu, sekitar tiga tahun di suatu acara di mall di kawasan Surabaya Barat. Orangnya sangat sederhana sekali.

“Walau beliau terkenal, tapi tetap srawung (berbaur) dengan masyarakat. Pada saat diatas, dia tidak pernah merasa sombong. Tidak menunjukkan sebagai pelawak yang terkenal dan orangnya biasa-biasa saja,” tuturnya.

Gus Ipul juga mengapresiasi Bambang menjadi seniman profesional dan sepenuh hati. Sederhana, serta memiliki prinsip tidak ingin terjerumus bahaya narkoba. Dia sadar narkoba bisa menghancurkan kariernya.

“Prinsipnya juga luar biasa, tidak mau ke Jakarta karena tahu akan bahaya narkoba bisa menyerangnya,” ujarnya sambil mencontohkan, banyak seniman pelawak yang hijrah ke Jakarta maupun artis terpengaruh peredaran narkoba.

Ia berharap, prinsip dan sikap dari seniman pelawak Bambang Gentolet dapat ditiru oleh seniman lainnya, maupun masyarakat pada umumnya, untuk menghindari narkoba. “Narkoba memang sangat berbahaya, bisa menghancurkan bahkan mematikan. Narkoba harus kita perangi bersama-sama,” jelasnya.

Sebaliknya, Bambang Gentolet juga kagum dengan Gus Ipul. Bahkan, setelah bertemu dengan Gus Ipul di suatu acara, Bambang menceritakannya kepada anak dan cucunya. “Bapak juga cerita kalau pernah bertemu dengan Gus Ipul. Wah aku maeng foto ambek Gus Ipul (Wah, tadi saya foto bersama Gus Ipul),” ucap Winarni.

Winarni juga bercerita, ketika Bambang Gentolet akan mengisi suatu acara yang rencananya dihadiri Gus Ipul, sudah memiliki angan-angan bisa bertemu dan berfoto lagi dengan Gus Ipul. Dimata Bambang, Gus Ipul itu orangnya baik dan merakyat.

“Bapak bilang, kalau mau mengisi acara yang dihadiri Gus Ipul. Engko ono acara maneh ambek Gus Ipul. Isok ketemu maneh, iso foto-fotoan ambe Gus Ipul. (Nanti ada acara lagi bersama Gus Ipul. Bisa bertemu lagi. Bisa foto bersama dengan Gus Ipul),” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Winarni juga menunjukkan foto kenangan ayahnya, Bambang Gentolet dalam pigura yang dipajang di didinding ruang tamu. Juga menunjukkan barang lainnya seperti songkok yang terbuat dari kayu hingga jaket doreng.

Gus Ipil juga diperkenalkan kepada Eka, cucunya Bambang Gentolet. Dihadapan Gus Ipul, Eka diminta Minarni untuk menyanyikan lagu “Satu-Satu” yang diajarkan dan diubah liriknya oleh Bambang Gentolet.

“Wah, bagus dan luar biasa. Lagu anak-anak dirubah seperti itu (melawan bahaya narkoba). Cucunya pun diajari sampai hafal,” ucap Gus Ipul tertawa setelah mendengar lagu tersebut.

Sebelumnya, pelawak personel Group Srimulat, Bambang Gentolet tutup usia di 76 tahun. Pria kelahiran Yogyakarta dan ‘besar’ di Kota Surabaya ini, sesak nafas dan keluar keringat dingin hingga membasahi tubuhnya. Kemudian, menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan menuju ke rumah sakit Bhakti Dharma Husada (BDH), Jalan Raya Kendung, Benowo, Kamis (27/4) sekitar pukul 22.00 Wib. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini