SOEKARWO: Korban Lumpur Yang Demo itu “Nggregetno!”

Soekarwo (Gubernur Jatim)

SURABAYA(suarakawan.com) – Gubernur Jawa Timur, Sukarwo mulai geregetan dengan warga yang menjadi korban lumpur Sidoarjo yang tidak masuk peta terdampak. Pasalnya, menurut Sukarwo, sebelum para korban tersebut meminta gantirugi, pemerintah Jawa Timur sudah mengusulkan ke presiden.

“Korban lumpur yang demo itu nggeregetno. Padahal kita itu sudah menemui presiden. Kok masih demo demo nutup jalan. Ini kan mengganggu aktifitas yang mau lewat. Apalagi hari ini mereka juga kepingin ketemu sama saya. Padahal sudah saya katakan, saya akan menemui senin pagi, kok masih ngotot pengen ketemu. Saya ini hari ini padat agenda.” terang Sukarwo dengan nada yang geram, Sabtu (28/05).

Soekarwo juga menjelaskan, sebenarnya rapat kabinet sudah menyetujui, namun untuk menentukan ambles tidak subsident tidaknya tanah harus diteliti dulu oleh badan geologi nasional. Sebab nantinya kegiatan tersebut akan dibiayai oleh APBN sehingga pengeluaran harus benar benar terinci dan tidak sekedar mengeluarkan anggaran saja. Jadi, lanjut Sukarwo, yang berhak menentukan itu benar benar ahlinya yang berkompeten.

Untuk saat ini sendiri Pemprof Jatim sebenarnya sudah membentuk tim ahli geologi dari ITS Surabaya untuk  melakukan penelitian di lokasi dan sudah diserahkan ke Presiden. Hasilnya juga disetuji namun  hanya saja akan dilakukan pengecekan lagi oleh Badan Geologi dari kementerian ESDM. Pemprof sendiri juga sudah mendesak pemerintah pusat agar kementrian segera memberikan hasilnya.

Seperti diketahui sebelumnya, beberapa hari lalu korban lumpur sidoarjo yang terdiri dari 45 RT dari Desa Besuki Kecamatan Jabon, Desa Mindi, Pamotan Kecamatan Porong dan Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin yang tidak masuk peta terdampak melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup jalan raya Porong.  (bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *