Soal Dugaan Menteri Terima Fee 8 Persen, KPK Minta Rosa Laporkan Hal Itu Secara Resmi

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami pernyataan Kuasa Hukum Mindo Rosalina Manulang atau Rosa yang menyebut ada menteri yang menerima fee 8 persen dari dari hasil proyek PT Permai Grup. Oleh karena itu KPK meminta Rosa yang juga terpidana kasus suap Wisma Atlet Palembang Mindo Rosalina agar melaporkan secara resmi dugaan penerimaan fee itu.

“Kita kan belum tahu Sebaiknya inisiatif dari dia dong sekarang kan Rosa terpidana,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya, Jakarta, Selasa (21/02)

Meskipun begitu, lanjut Johan laporan itu harus diverifikasi terlebih kebenarnya, tidak serra merta disimpulakan bersalah maupun langsung ditangkap. “Penegak hukum lain juga bisa. Tapi jangan langsung disimpulkan siapapun dia akan di tangkap. Harus diverifikasi lagi, kapan kejadiannya,” terangnya.

Saat ditanya apakah KPK sudah mempunyai petunjuk soal itu aliran dana ke Menteri itu, dia menyarankan agar Rosa melalui pengacaranya melaporkan terlebih dahulu ke KPK. Dia menegaskan setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk maporkan dugaan prektek korupsi.

“Sebaiknya itu dilaporka ke KPK. Setiap warga negara punya hak yang sama untuk lapor. Bagi penegak hukum seperti KPK apakah laporan tersebut valid atau tidak,” tandasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Ahmad Rifai, kuasa hukum Rosa mengungkapkan kliennya pernah bertemu dengan seorang menteri dan merupakan petinggi partai politik di rumah dinasnya pada pertengahan 2010. Sang Menteri dalam pertemuan itu, meminta fee sebesar 8% untuk dua proyek senilai Rp180 miliar agar Permai Group mendapatkan proyek di kementeriannya. Namun, Rifai enggan menginformasikan tentang identitas sang menteri dimaksud. Dia hanya menerangkan bahwa sang menteri dimaksud hadir sebagai saksi perkara korupsi di Pengadilan Tipikor pekan ini.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Soal Dugaan Menteri Terima Fee 8 Persen, KPK Minta Rosa Laporkan Hal Itu Secara Resmi"