Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Soal Aksi 287, Polda Metro: Kita Lihat Saja Nanti

24 Jul 2017 // 05:21 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS
Demo Ahok 4 November 2016.  Foto: Istimewa

Demo Ahok 4 November 2016. Foto: Istimewa

JAKARTA (suarakawan.com) – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengaku belum menerima laporan dari koordinator lapangan aksi 287 terkait kegiatan mereka yang rencananya digelar pada Jumat, 28 Juli 2017. Bahkan, hingga Minggu 23 Juli 2017, polisi belum mendapatkan laporan akan rencana aksi.

“Masih lama. Kita tunggu saja nanti,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (23/7).

Aksi yang rencananya akan menjadikan Masjid Istiqlal sebagai titik kumpul itu mendesak pemerintah untuk membatalkan Perppu Ormas yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Menurut Argo, dengan tuntutan aksi seperti itu, ia mengimbau ada baiknya massa aksi bisa menempuh jalur hukum.

“Sudah kan. Kalau tidak terima, silahkan gugat lewat jalur hukum,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) beserta seluruh ormas yang ada di Indonesia berencana melakukan aksi pada 28 Juli 2017 atau disebut aksi 287.

Tim Kuasa Hukum GNPF-MUI Kapitra Ampera, membenarkan terkait akan adanya aksi ini. Menurut Kapitra, aksi ini bertujuan untuk menyuarakan pembatalan Perppu Ormas yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Aksi tersebut dilakukan pada Jumat dan dimulai dari Masjid Istiqlal. Aksi 287 ini, diikuti oleh sejumlah ormas yang ada di Indonesia. Karena, menurut Kapitra, terbitnya Perppu Ormas itu tidak tepat dilakukan.

“Iya benar. Aksi itu dilatarbelakangi oleh penerbitan Perppu Ormas. Selain itu karena pembubaran HTI,” kata Kapitra. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini