Soal Absen Finger Print, BK Mencla Mencle

Tidak ada komentar 11 views

politisi PKS, Alfan

SURABAYA (suarakawan.com) – Janji sudah di ucapkan Ketua Badan Kehormatan  akan memberlakukan absensi dengan system finger print mulai hari ini.  Namun kenyataannya tidak ada nama satupun anggota Dewan yang masuk dalam absent tersebut.

Anggota FPKS, Alfan Khuseiri, mengaku belum ada perintah dari fraksi untuk kewajiban finger prints. Alfan juga menegaskan fraksinya belum mendapatkan satupun surat dari BK mengenai sosialisasi kewajiban absensi bagi anggota Dewan.

“Tak ada perintah dari fraksi. Begitupun fraksi belum menerima surat sosialisasi absensi yang katanya dikirimkan BK Jum’at kemarin,” jelas Alfan saat ditemui di DPRD Kota Surabaya, Senin (25/07).

Alfan juga menyebut jika kewajiban absensi tersebut adalah keputusan yang prematur. Menurutnya keputusan mengenai aturan dalam lembaga legislative seharusnya dibicarakan di tingkat rapat pimpinan dan disahkan melalui paripurna. “Kalau melalui paripurna itu baru keputsan yang tepat, karena ini menyangkut aturan main di legisatif, tidak bisa sepihak,” ujarnya.

Sementara itu politisi Fraksi Partai Golkar Edy Embun  menjawab dengan bercanda yang bernuansa ejekan bahwa finger print yang tertempel itu di peruntukkan para demit (setan).

“Siapa yang akan absen disitu mas, lha wong data kami belum ada yang masuk, kayaknya absen itu untuk demit-demit (setan-red) penghuni gedung ini” ucap Eddy sembari tertawa.

Ketua BK DPRD Surabaya Agus Santoso yang dihubungi via ponselnya lantaran keberadaannya masih diluar kota mengatakan bahwa sistem absensi finger print yang dibidaninya baru akan diberlakukan satu bulan lagi setelah masa sosialisasi dianggap cukup. “Untuk sementara masih kami lakukan sosialisasi dulu selama satu bulan, baru kemudian kami akan berlakukan” ucapnya.(aca/nas).

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Soal Absen Finger Print, BK Mencla Mencle"