SMKN 2 Tulungagung Galakkan Reboisasi Di Desa Ngebalen

Aditama menunjukkan maket PLTA di desa Boyolangu

PASURUAN (suarakawan.com) – Puluhan tahun yang lalu, tanpa menyadari kerugian yang akan dialami, masyarakat desa Ngebalen kecamatan Kalidawer Kabupaten Tulungagung dengan mudahnya menebang berbagai pohon yang ada di wilayahnya untuk berbagai keperluan.

Kini setelah pohon menipis, hutan mendekati gundul, barulah masyarakat sadar betapa besar kerugian yang didapat. Selain cuaca menjadi panas, sumber air yang menjadi sumber kehidupan juga mengecil karena hanya tinggal 9 pohon besar saja.

“Padahal jika sumber air banyak bisa digunakan untuk sumber pembangkit listrik sehingga masyarakat untuk listrik tak perlu membayar kepada PLN yang dirasa berat bagi masyarakat,” ujar Aditama, siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, Minggu (17/07).

Hal tersebut diungkapkan Aditama di stand SMKN 2 Boyolangu yang menjadi peserta pameran di kemah hijau yang digelar Badan Lingkungan Hijau (BLH) Jatim di Kebun Raya Purwodadi dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia.

Saat ini, Aditama dan sekolahnya berusaha untuk melakukan reboisasi kembali hutan di bukit desa Ngebalen yang sudah agak gundul. “Alhamdullilah wakil bupati bapak Muhammad Athiyah merespon baik niat kami dan sudi membantu. Sekarang kami menunggu realisasi janjinya untuk menghijaukan kembali hutan tersebut,” tegasnya. (jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "SMKN 2 Tulungagung Galakkan Reboisasi Di Desa Ngebalen"