Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Siswa SD di Sukabumi Tewas Diduga Akibat Berkelahi, Keluarga Minta Diproses Hukum

10 Aug 2017 // 09:47 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

police line2

SUKABUMI (suarakawan.com) – Keluarga pelajar SDN Longkewang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tewas diduga akibat berkelahi dengan rekannya meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian SR di sekolahnya pada Selasa (8/8).

“Kasus ini harus diungkap dan tidak ada tebang pilih dalam proses hukumnya karena menyangkut nyawa adik saya,” kata kakak korban Abdul Rohim di SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, seperti diberitakan Kamis (10/8).

Menurutnya, pihak keluarga sudah terbuka apakah kasus ini akan tetap dibawa ke ranah hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan. Namun pihaknya tetap terduga pelaku yang berkelahi dengan almarhum adiknya harus tetap diproses secara hukum untuk dibina.

Ia pun menyesalkan terjadinya kasus ini di lingkungan sekolah, seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi adiknya yang tengah menimba ilmu tersebut. Pihaknya juga meminta kepada polisi agar secepatnya menyelesaikan kasus yang menewaskan adiknya itu.

“Keluarga terduga pelaku harus bertanggung jawab, karena akibat kejadian Selasa, (8/8) adik saya meninggal dunia secara tidak wajar,” tambahnya.

Rohim membantah adiknya punya riwayat penyakit seperti apa yang disebutkan pihak sekolah, dinas terkait dan kepolisian. Padahal selama ini adiknya tersebut sehat bahkan sehari sebelum meninggal sempat bermain layangan seperti biasa tanpa ada tanda-tanda sakit.

Lanjut dia, ternyata dari informasi nenek korban, SR kerap mendapatkan perlakuan kasar dari DR (terduga pelaku) dan ibunya pernah mendatangi rumah terduga pelaku untuk mengadukan kelakuan DR yang kerap mengasari SR.

“Kami terbuka untuk keluarga terduga pelaku untuk menyelesaikan kasus ini. Tapi keluarga juga sepakat kasus ini tetap berlanjut di pihak kepolisian,” katanya. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini